Begini Kerusakan Colomadu Usai Diterjang Lisus Dahsyat

Pekerja mengevakuasi baliho roboh di Jl. Adi Sumarmo, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (12/1 - 2019) sore. (Solopos/Sunaryo HB)
12 Januari 2019 23:25 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan rumah di beberapa desa di Kecamatan Colomadu, Karanganyar rusak dan roboh serta puluhan pohon juga tumbang setelah diamuk lisus atau angin puting beliung disertai hujan deras di Colomadu, Sabtu (12/1/2019) sore. Informasi yang dihimpun hingga kemarin malam tidak ada korban jiwa pada bencana tersebut.

Bandara Macet

Selatan landasan Bandara Solo

Foto: Selatan landasan Bandara Solo (Solopos-Burhan AN)

Namun arus lalu-lintas dari Kartasura ke utara menuju ke Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali sempat macet beberapa saat. Hal ini terjadi karena baliho yang mengiklankan perawatan kecantikan di Jl. Adi Soemarmo, Klegen, Malangjiwan roboh melintang di jalan hingga memacetkan arus lalu-lintas (lalin).

Foto: Baliho di Klegen, Colomadu (Solopos-Iskandar)

“Antrean panjang kendaraan terjadi karena arus lalu-lintas terhalang baliho yang roboh di tengah jalan. Beberapa saat kemudian arus lalu-lintas baru bisa berjalan setelah baliho yang roboh disingkirkan,” ujar salah seorang warga Klegen, Adnan ketika ditemui di lokasi, kemarin petang.

Rumah di Ngasem Colomadu

Foto: Rumah di Ngasem Colomadu (Solopos-Iskandar)

Menurut dia selain mematahkan tiang baliho berukuran 4x3 meter dengan tinggi kira-kira enam meter, angin juga menumbangkan pohon waru besar yang menimpa kabel telepon dan mematahkan dua tiangnya. Di Klegen yang menjadi salah satu titik parah lisus terdapat kira-kira sembilan rumah rusak setelah genting rumah itu rontok dihantam lisus.

Foto: Rumah di Ngasem Colomadu (Solopos-Iskandar)

Kerusakan hebat juga terjadi di Desa Ngasem. Selain menerbangkan genting dan menumbangkan sejumlah pepohonan, lisus bahkan juga mampu merobohkan tembok rumah Achmadi, 35. Akibat hantaman lisus yang cukup kencang rumah Achmadi berukuran kira-kira 8x7 meter yang batu batanya masih terekspose itu tinggal menyisakan ruang tamu dan dua kamar.

Foto: Pohon tumbang di SMP 2 Colomadu (Solopos-Iskandar)

“Angin bertiup kencang dan berputar sangat kencang disertai hujan lebat. Ini terjadi sehabis azan salat Azar. Beruntung semua anggota keluarga selamat karena sudah mengungsi ke rumah saya di depan,” ujar kakak Achmadi, Rusli.

Dia menjelaskan ketika angin mulai bertiup kencang dan hujan lebat, keluarga Achmadi mengungsi ke rumah Achmadi yang masih satu pekarangan. Karena itu ketika tembok dari bata ekspone roboh dan atapnya runtuh mereka selamat.

Pohon Tumbang

Kerusakan cukup parah juga diderita SMPN 2 Colomadu. Karena akibat terjangan lisus tersebut, pohon lengkeng berdiameter kira-kira 40 sentimeter tumbang menimpa salah satu lokal sekolah itu. Guna menyingkirkan pohon tumbang ini sejumlah anggota Tim SAR Colomadu dan Basarnas bekerja keras motong kayu dengan gergaji mesin.

Foto: Baliho di Klegen Colomdu (Solopos-Iskandar)

“Pengerjaan pemotongan ini terpaksa kami lakukan malam, karena gergaji yang siap digunakan Cuma dua. Itu pun digunakan bersamaan termasuk untuk memotong pohoh randu yang roboh melintang di jalan dekat Kantor Balai Desa Bolon,” ujar Komandan SAR Colomadu, Wartono.

Menurut dia akibat tumbangnya pohon kapuk randu berdiameter kira-kira 35 sentimeter arus lalin di Bolon yang menjadi jalur alternatif Solo-Semarang macet beberapa saat. Karena itu jalan di kampung-kampung menjadi ramai dilalui kendaraan menghindari kemacetan akibat tunbangnya baliho dan pohon kapuk randu.

Foto: Baliho di Malangjiwan Colomadu (Solopos-Sunaryo HB)

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan angin yang menghantam kawasan Colomadu bertiup kencang dan berputar. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah warga panik.

Mereka ada yang berteriak histeris, menggemakan takbir berkali-kali dan sebagainya. Hingga Sabtu malam sejumlah kawasan di Desa Bolon, Ngasem, Malangjiwan mengalami mati lampu.

Sementara itu Kasi Pemerintahan Colomadu, Joko Purnomo didampingi salah satu stafnya, Suyono saat ditemui di lokasi mengaku belum bisa menaksir kerugian material bencana ini. “Sekarang ini kami masih menginventarisasi korban lisus. Mungkin baru besok kami bisa tahu jumlah kerusakan dan menaksir kerugian,” ujar dia.