Bawaslu Solo Kaji Pelanggaran Kampanye Tablig Akbar PA 212

Peserta tablig akbar PA 212 berkumpul di kawasan Gladak Solo, Minggu (13/1 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
13 Januari 2019 14:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo masih mengkaji muatan politis dalam Tablig Akbar yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Jl. Slamet Riyadi kawasan Gladak, Solo, Minggu (13/1/2019).

Dalam kegiatan itu terdapat orasi yang menyerukan ajakan ganti presiden dan arahan mencoblos pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02.

“Nomor 1 dibuka, nomor 2 dicoblos, nomor 3 dilipat, nomor 4 masuk kotak. Pakdhe, Mbokdhe, Simbok, diajak melakukan itu. Cara memuliakan presiden caranya tidak boleh merusak gambarnya. Sebelahnya kan tidak apa-apa, dirusak saja, dicoblos,” ucap salah satu orator.

Anggota Divisi Sengketa Bawaslu Kota Solo, Arif Nuryanto, mengaku sudah mengumpulkan rekaman video dan foto dari kegiatan itu. Selama 1 x 24 jam, Bawaslu bersama tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) bakal melakukan pengkajian, baru kemudian memutuskan apakah kegiatan itu termasuk pelanggaran kampanye atau sebaliknya.

Arif juga mengatakan dari segi perizinan, Tabligh Akbar bukan termasuk kegiatan kampanye sehingga tidak boleh ada penyebaran bahan kampanye atau alat peraga kampanye. Untuk masuk kategori kampanye sesuai Undang-undang 7/2017 ada di Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 23/2018 atau di Peraturan Bawaslu No. 28/2018.

“Kami sudah mengumpulkan rekaman video dan foto. Masih dikaji bersama tim Gakkumdu. Kami kumpulkan data dan kaji terlebih dahulu apakah masuk kategori [kampanye sesuai aturan] atau tidak,” kata dia dalam pesan singkat kepada Solopos.com, Minggu.

Di sisi lain, seruan ganti presiden juga disampaikan tokoh nasional Amien Rais yang datang setelah Tablig Akbar selesai. Mantan Ketua MPR medio 1999-2004 itu mengklaim puluhan ribu orang yang hadir di acara itu adalah tanda masyarakat ingin ganti presiden.

“Insya Allah saya melihat gelombang untuk merubah, atau [desakan] untuk pergantian Presiden, sudah amat sangat kuat, unstopable,” kata Amien kepada wartawan.

Pada kesempatan yang sama, Amien mengaku bersyukur telah menyaksikan puluhan ribu masyarakat bangsa yang berkumpul menyampaikan aspirasinya. “Ini kekuatan moral. Polisi banyak, tapi acara juga tertib ya, jadi gerakan ini tidak boleh diremehkan ya,” kata dia.