Meluas, Hujan Angin Rusak 187 Rumah dan Tumbangkan 210 Pohon di Sragen

Tim SAR dan warga memotong dahan pohon agar tak menimpa rumah di Dukuh Pindi, Desa Mlale, Jenar, Sragen, Minggu (13/1/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
13 Januari 2019 16:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dampak kerusakan akibat puting beliung di wilayah Kecamatan Jenar, Sragen, Sabtu (12/1/2019) sore, meluas di tiga desa, yakni Dawung, Mlale, dan sebagian kecil Desa Jenar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mencatat ada 187 rumah rusak dan 210 pohon tumbang di 14 rukun tetangga (RT) di wilayah Desa Dawung dan Mlale.

Data dampak bencana alam tersebut dihimpun BPBD Sragen bersama tim dari Polsek Jenar dan Pemerintah Kecamatan Jenar dibantu perangkat Desa Dawung dan Mlale pada Minggu (13/1/2019) pukul 12.00 WIB.

BPBD Sragen mengoordinasi 210 personel search and rescue (SAR) dari berbagai organisasi untuk proses evakuasi pohon tumbang. Mereka berasal dari BPBD Sragen, SAR MTA Sragen, SAR Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sragen, SAR Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sragen, TNI, Polri, dan SAR lainnya.

“Semalam kami menerjunkan 80 personel untuk evakuasi di wilayah Dawung, Jenar. Dari pukul 18.00 WIB sampai 23.00 WIB. Pada malam hari akses kami terbatas karena mati lampu dan berisiko," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, saat berbincang dengan Espos di Posko Bencana dan Dapur Umum di Dukuh/Desa Dawung RT 010, Jenar, Sragen, Minggu siang.

Data hingga Sabtu malam baru terdeteksi 132 rumah rusak dan 90 pohon tumbang. Namun pada Minggu pagi BPBD melanjutkan evakuasi dan ternyata jumlahnya terus berjalan.

"Data per pukul 12.00 WIB ada 187 rumah yang rusak dan 210 pohon yang tumbang,” ungkap Sugeng.

Sugeng menjelaskan evakuasi yang dilakukan tim gabungan fokus pada pembukaan akses jalan dan evakuasi pohon yang menimpa rumah penduduk. Dia memperkuat jumlah personel SAR sebanyak 210 orang yang tersebar di beberapa lokasi.

“Selain di Dawung ternyata ada dampak kerusakan di wilayah Mlale, Jenar, dan Banyurip. Di Desa Jenar sudah terkondisi karena hanya sebagian kecil pohon yang mengenai jaringan listrik. Sedangkan di Desa Banyurip ternyata nihil. Jadi dampak yang signifikan ada di Dawung kemudian Mlale,” ujar Sugeng yang didampingi Camat Jenar Edi Widodo.

Evakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan desa dilakukan tim SAR dengan menggunakan gergaji mesin. Tim SAR mengerahkan 18 unit gergaji mesin untuk memotong pohon yang merintang di jalan.

“Kami tidak mau jadi tukang potong tetapi kami hanya evakuasi agar akses publik tidak terganggu dan rumah warga bisa terkondisi. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp150 juta,” ujarnya.

Kapolsek Jenar AKP Handoyo mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan terjun langsung dan ikut mengevakuasi pohon tumbang dengan diameter 40 cm yang menimpa rumah warga di lingkungan RT 007, Prayungan, Dawung, Jenar, Sragen. Selain itu, Handoyo juga menyisir dampak bencana puting beliung di wilayah Mlale.

“Di Mlale ternyata sudah dikondisikan warga dan dampaknya ternyata cukup banyak. Data dari perangkat Desa Mlale ada 48 rumah rusak dan ada yang tertimpa pohon. Namun semuanya sudah terkondisikan oleh warga sekitar secara bergotong-royong. Tim SAR hanya sempat membersihkan pohon di beberapa rumah warga saja,” tuturnya.