Asyiknya Nongkrong Sambil Menikmati Senja di Jembatan Klewor Boyolali

Anak muda duduk di tepi Jembatan Klewor, Kemusu, Boyolali, Rabu (9/1 - 2019) sore. Jembatan ini menjadi tempat favorit menongkrong karena pemandangannya indah. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
13 Januari 2019 09:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Ketersediaan ruang publik yang minim di Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, mendorong warga setempat memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat menghabiskan waktu berkumpul.

Salah satu tempat paling populer uuntuk menongkrong adalah Jembatan Klewor yang terletak di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Boyolali.

Jembatan Klewor menjadi jembatan penghubung utama Kecamatan Kemusu menuju Kecamatan Juwangi. Jembatan ini melintasi anak Sungai Serang dan diklaim sebagai jembatan terpanjang di Kota Susu.

Penelusuran solopos.com lewat laman daring Binamarga Boyolali, Jembatan Klewor menjadi jembatan terpanjang dari total 426 jembatan terdata di Boyolali. Panjangnya mencapai 245 meter dan lebar 8 meter.

Saat hari mulai beranjak senja, puluhan anak muda kerap memenuhi sisi kanan dan kiri jembatan Klewor Boyolali. Mereka biasanya datang bersama teman-teman dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah sepeda motor diparkir, anak-anak muda itu memilih duduk menghadap ke sisi barat, bercengkerama sambil menikmati pemandangan dua gunung Merapi-Merbabu disertai hamparan sawah dan gemericik aliran sungai. Pemandangan semakin indah tatkala semburat kemerahan mulai mewarnai langit yang menuju senja hari.

Salah satu warga, Tri Waluyo, 25, mengatakan jembatan Klewor Boyolali menjadi salah satu pilihan favorit menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Meski kadang suara obrolan kalah dengan bisingnya lalu-lintas kendaraan, namun menurut Tri tidak ada yang bisa mengalahkan pemandangan di jembatan ini. “Ya ini tempat paling asyik apalagi kalau sore,” ucap Tri saat berbincang dengan solopos.com di jembatan tersebut, Rabu (9/1/2019) sore.

Selain Tri Waluyo, belasan warga lain juga tak mau ketinggalan. Mereka bahkan sampai menata sepeda motor sedemikian rupa di tepi jembatan agar tak mengganggu arus lalu lintas.

Warga lainnya, Sriyati, 31, juga tampak melakukan aktivitas yang sama. Dia datang bersama putrinya yang masih berumur lima tahun. “Jembatan ini jadi alternatif kalau mau jalan-jalan,” ungkap Sriyati.

Trotoar di sisi jembatan yang menurutnya cukup lebar sekitar satu meter memungkinkan dirinya bisa mengajak sang buah hati. Meski mengaku jarang datang, dia menilai jembatan Klewor bisa menjadi alternatif pilihan untuk menghabiskan sore.

Kepopuleran Jembatan Klewor ini juga membanjiri linimasa media sosial, Instagram. Dengan penelusuran menggunakan tanda tagar #jembatanklewor Jumat (11/1/2019) sore, ada 101 foto narsis unggahan warganet. Foto-foto itu memperlihatkan warga yang asyik bersama teman, kendaraan kesayangan, hingga mengasuh anak.

Salah satu akun warganet bhetty_tm mengunggah tujuh foto sekaligus berlatar Jembatan Klewor pada 31 Desember 2017. Dalam fotonya tampak dia ditemani seorang bayi laki-laki. Dalam unggahan tersebut dia menulis "pagi-pagi eksis di sini".