Begini Cara Bikers Subuhan Klaten Salurkan Hobi Sekaligus Cari Pahala

Jemaah Bikers Subuhan Klaten membersihkan Masjid Al Insan, Dukuh Duwet, Desa Krakitan, Bayat, Klaten seusai menggelar rangkaian kegiatan salat subuh berjemaah di masjid setempat, Sabtu (12/1/2019).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
13 Januari 2019 17:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Langit menguning di sisi timur menaungi pendopo perkampungan Dukuh Duwet, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (12/1/2019). Matahari belum menampakkan wujudnya di saat riuh laki-laki mengobrol duduk beralaskan tikar memenuhi pendopo berlantai keramik.

Mereka berbaur dengan warga setempat asyik menikmati hidangan dan menyeruput teh hangat seusai Salat Subuh berjamaah dilanjutkan pengajian. Puas menikmati sajian yang dihidangkan warga, tamu takmir masjid itu bergegas menuju Masjid Al Insan di seberang pendapa. Berbagai peralatan kebersihan diturunkan dari kendaraan roda tiga terparkir diantara sepeda motor mayoritas hasil modifikasi tertata rapi di tepi jalan kampung yang berada 100 meter dari bibir Rowo Jombor.

Ada yang menyapu lantai, mengepel, serta mengelap mulai dari mimbar hingga teras masjid. Ada pula yang sibuk di bawah kran membersihkan satu per satu piring dan gelas.

Feri, 22, menjadi salah satu diantara mereka. Mengenakan kopiah, celana jeans pensil, serta jaket jin bertuliskan Bikers Subuhan Klaten, pedagang es yang mengontrak rumah di wilayah Sungkur, Kecamatan Klaten Tengah ini cekatan mengepel lantai masjid. Sesekali ia menyemprotkan pengharum lantai saat kain pel yang ia usapkan terasa kesat.

Baru kali ini ikut. Awalnya tertarik melihat informasi di media sosial kok kegiatan positif dan kebetulan juga ada teman yang mengajak. Saya juga penggemar sepeda motor modifikasi jenis Honda Tiger,” kata pria asal Kecamatan Secang, Magelang tersebut saat berbincang dengan Solopos.com.

Tamu takmir masjid yang berjumlah sekitar 80 orang tersebut merupakan anggota komunitas Bikers Subuhan Klaten (BSK). Feri menjadi salah satu anggota baru komunitas yang sudah terbentuk sejak Januari 2018 silam.

BSK merupakan komunitas berisi penggemar serta kolektor berbagai jenis sepeda motor yang rutin menyambangi masjid untuk menggeliatkan gerakan Salat Subuh berjamaah di Kabupaten Bersinar. Masjid Al Insan menjadi masjid yang ke-51 mereka sambangi setelah Sabtu-Minggu (5-6/1) lalu mereka mengelar milad ke-1 dan rangkaian kegiatan subuh berjamaah di Masjid Agung Al Aqsha.

M. Listiyono Kurniawan, 41, merupakan pioner dan dipercaya menjadi Ketua BSK. Pria yang akrab disapa Wawan Alfarizi itu penggemar sepeda motor trail yang hingga kini aktif mengikuti ajang grasstrack.

Wawan menceritakan Bikers Subuhan bermula dari gerakan di wilayah Lampung pada Januari 2017 lalu dan berafiliasi ke berbagai kota di Indonesia termasuk Jogja. Para Bikers Subuhan Jogja lantas mengembangkan sayap menggelar kegiatan di wilayah Klaten.

Saat kegiatan Bikers Subuhan Jogja ke Klaten tepatnya Masjid Agung Al Aqsha ada delapan orang dari Klaten. Dari delapan orang inilah kemudian muncul Bikers Subuhan Klaten. Alhamdulillah perkembangan anggotanya cepat sekali hingga saat ini ada 80 orang yang aktif. Mungkin kegiatannya antimainstream, melakukan kegiatan yang jarang dilakukan oleh sebagian orang dengan menyalurkan hobi sekaligus mencari pahala,” kata warga Damaran, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah tersebut.

Kegiatan BSK rutin digelar saban Sabtu. Mereka berkumpul di Masjid Agung Al Aqsha, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara sebelum bersafari mengendari sepeda motor kesayangan masing-masing menuju ke masjid yang dituju. Keberangkatan ke masjid menyesuaikan waktu subuh. Seperti saat berangkat ke Masjid Al Insan, mereka berangkat sekitar pukul 03.30 WIB dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit lantaran waktu subuh jatuh pada pukul 04.05 WIB.

Rangkaian kegiatannya itu dari safari menuju masjid, subuh berjamaah, perkenalan, tausiyah terserah dari masjid atau dari jamaah kami, setelah itu ramah tamah, majelis keakraban, dan bersih-bersih masjid,” urai Wawan.

Penentuan masjid yang bakal dituju berdasarkan hasil rapat tim kecil BSK. Mereka kerap mendapat tawaran untuk menggelar kegiatan di masjid jamaah BSK. “Saat ini kami sudah memiliki daftar masjid dari ke-51 sampai ke-56 tidak ada kriteria khusus mau masjid kecil atau masjid besar didatangi. Kami plural berasal dari berbagai aliran,” katanya.

Jemaah BSK berasal dari berbagai latar belakang. Mayoritas dari mereka merupakan penggemar sepeda motor seperti sepeda motor lawas, trail, hingga matic. Beberapa jemaah berasal dari remaja masjid yang kepincut dengan kegiatan BSK.

BSK memiliki visi menjadikan jemaahnya sebagai makelar masjid. Impian mereka yakni jemaah masjid terutama saat subuh seperti jemaah Salat Jumat bahkan Salat Id. “Yang jelas kami bukan klub sepeda motor serta tidak ada unsur kepentingan politik manapun. Kami semata-mata untuk mencari pahala sekaligus menyalurkan hobi. Dari kegiatan ini pula kami bisa menambah saudara, setiap sepekan sekali berkumpul untuk mencari pahala,” tutur dia.

Wawan mengatakan BSK terbuka untuk semua kalangan. Bagi yang tertarik mengikuti kegiatan BSK, mereka cukup bangun sebelum waktu subuh dan mengikuti dua kali kegiatan BSK. “Syaratnya dua kali tampil itu menunjukkan keseriusan mau bangun untuk ikut subuh berjamaah. Setelah itu akan kami masukkan dalam grup WA yang setiap saat selalu kami update informasi kegiatannya,” ungkapnya.