Pabrik Printing di Kebakkramat Terbakar, Api Muncul dari Gedung Kosong

Sejumlah karyawan CV Ranotex menyelamatkan barang-barang kantor dan kain yang masih dapat diselematkan saat kebakaran, Minggu (13/1 - 2019). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
13 Januari 2019 15:55 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kebakaran gedung pabrik CV Ranotex di Kebakkramat, Karanganyar, terjadi saat sebagian besar karyawan tengah libur, Minggu (13/1/2019). Hanya beberapa karyawan yang berada di lokasi karena lembur.

Salah satu petugas satpam yang bertugas saat kejadian, Arif, menyampaikan dirinya sedang patroli ke belakang gedung saat kebakaran terdeteksi. Saat kejadian karyawan pabrik printing dan garmen itu libur.

"Di gedung yang terbakar itu hanya ada kain. Tidak ada karyawan. Tapi saya enggak tahu penyebab kebakarannya apa. Tiba-tiba asap mengepul dari tengah. Saya lari ke depan mau ambil APAR tapi sudah enggak bisa apa-apa karena api terus membesar," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela menghalau orang tidak berkepentingan yang hendak masuk pabrik.

Menurut dia, sejumlah karyawan masuk lembur tetapi bekerja di bagian lain gedung di kompleks pabrik yang terbakar itu. Mereka sedang mengerjakan mesin boiler.

"Karyawan yang masuk lembur itu di gedung belakang. Nggarap boiler. Jadi di gedung yang terbakar itu tidak ada orang sama sekali. Sedang libur," imbuh Arif.

Sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dari sebelah barat CV Ranotex atau dari kompleks pabrik plastik CV Kemilau Indah Permana. Sasaran pemadaman adalah api dari bagian samping bangunan.

Dua pabrik itu hanya dibatasi dinding tembok setebal 10-15 cm. Upaya itu dilakukan karena jalan di samping gedung yang terbakar hanya muat dilewati satu unit mobil pemadam kebakaran.

Menurut keterangan salah satu karyawan CV Kemilau Indah Permana, Suyamti, seluruh karyawan pabrik plastik itu diminta keluar gedung dan mengeluarkan sepeda motor yang diparkir di balik dinding pembatas.

"Kami disuruh keluar semua. Disuruh mindahin motor. Awalnya enggak tahu karena apa. Ternyata pabrik sebelah terbakar. Saya kerja sif pagi dari pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB. Tapi sebelum pukul 15.00 WIB sudah disuruh pulang keluar pabrik karena kebakaran itu [di pabrik CV Ranotex]," tutur dia saat berbincang dengan Solopos.com di depan pabrik tempatnya bekerja.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah api belum berhasil dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran dari Bakorwil II, Karanganyar, Kota Solo, Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo, masih terus berusaha memadamkan api menggunakan mobil damkar maupun mobil tangki air.