Pulang Hajatan, 40 Warga Colomadu Karanganyar Diduga Keracunan

Seorang anak yang setelah pulang dari resepsi pernikahan di Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, dirawat di Klinik Saras Gajahan, Colomadu, Minggu (13/1 - 2019). (Solopos/Iskandar)
13 Januari 2019 23:00 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Keracunan massal diduga terjadi di Dusun Klegen, Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (13/1/2019). Sebanyak 40 orang yang terdiri atas anak-anak dan orang tua dilarikan ke sejumlah rumah sakit (RS) dan klinik kesehatan setelah mereka pulang dari resepsi pernikahan di rumah warga setempat bernama Sugiono.

“Mereka mengalami muntah-muntah dan ada yang disertai berak-berak seusai menghadiri resepsi pernikahan warga di kampung. Setelah pulang dari hajatan kira-kira 2-3 jam setelah itu ada yang mengeluh mual, sakit perut, sakit kepala, dan badan tidak enak,” ujar salah seorang warga setempat Edy ketika ditemui di lokasi, Minggu malam.

Ternyata keluhan tersebut tidak hanya dialami satu orang, melainkan banyak yang mengeluhkan hal serupa. Karena mereka beberapa kali mengalami muntah- muntah dan badan sakit, mereka berinisiatif membawa ke RS dan klinik kesehatan di beberapa tempat.

Sementara itu, salah seorang yang dirawat di Klinik Saras Gajahan, Colomadu, Mona, 32, mengatakan dia sempat beberapa kali muntah dan kepala pusing. Bahkan salah satu warga sampai mengalami muntah darah.

Seorang warga lainnya, Sukidi, 62, juga mengaku lima kali mengalami muntah-muntah. “Selain kepala sakit perut saya juga seperti ditusuk-tusuk jarum,” kata dia.

Kendati demikian, tidak semua yang hadir pada hajatan itu sakit. Seorang warga setempat, Adnan Wachid. yang mengaku memakan seluruh hidangan yang disajikan, rupanya tidak sakit.

“Saya bersyukur tidak mengalami sakit. Padahal saya juga menyantap semua makanan yang dihidangkan. Saya juga heran, karena teman saya ini juga tidak merasa sakit,” kata dia.

Kepala Puskesmas Colomadu I, Mardikaningtyas Kusumaningsih. mengatakan sebagian besar mereka menjalani rawat jalan sehingga sudah pulang ke rumah masing-masing. Mereka antara lain dirawat di Klinik Saras di Gajahan Colomadu, RS UNS Pabelan, PKU Solo, Panti Waluyo Solo dan di Karima Utama Kartasura.

“Informasi terakhir kondisi warga yang dirawat di klinik dan rumah sakit sudah membaik tinggal pemulihan. Untuk mengetahui penyebabnya, sampel makanan yang dihidangkan pada hajatan ini sudah diambil semua,” papar dia.

Mardikaningtyas baru bisa membawa sampel makanan itu ke Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar pada Senin (14/1/2019) besok. Dia menjelaskan makanan yang diambil sampelnya ada beberapa bagian. Untuk snack antara lain terdiri atas sosis basah, kue dan mete. Sedangkan untuk makanan antara lain ada sup matahari, daging, acar, dan sebagainya.

Sementara itu Sg, 55, yang mempunyai hajatan juga mengaku heran atas kejadian itu. Karena dia yang juga menyantap makanan tidak mengalami sakit. “Saya juga makan tapi tidak apa-apa. Buktinya saya masih segar. Jadi saya juga tidak tahu apa penyebabnya,” papar dia.

Kapolsek Colomadu, AKP Sentot Ambarwibowo mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel makanan yang dihidangkan dan muntahan salah satu warga untuk diperiksa di laboratorium.

“Untuk lebih jelas apa penyebabnya tentu menunggu hasil laboratorium. Dugaan sementara mereka keracunan makanan. Kami juga masih menunggu kabar besan yang sudah pulang ke Kebumen dan saudara yang ke Sragen apakah juga ada yang sakit apa tidak,” ujar dia.