8 Rumah di Karangasem Solo Kebanjiran

Lingkungan perumahan yang tergenang air di Kelurahan Karangasem, Laweyan, Solo, Senin (14/1 - 2019). (Solopos/Ratih Kartika)
14 Januari 2019 13:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sekitar delapan rumah di RT 004/RW 007 Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, tergenang air. Air tersebut menggenangi bagian depan sampai halaman rumah warga.

Seorang warga, Endang Muhardi, mengatakan air tersebut tidak sampai masuk ke dalam rumah. Air hanya sampai di halaman depan rumahnya.

"Kalau hujan daerah sini biasanya hanya penuh [selokannya] enggak sampai meluap kayak gini. Paling di sawah depan itu yang penuh sama air," kata Endang saat ditemui di rumahnya, Senin (14/1/2019).

Endang mengatakan air tersebut berasal dari saluran drainase di depan perempatan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Dia mengaku terganggu dengan genangan air di jalan depan rumahnya itu.

"Kemarin itu hujan deras. Enggak tahunya pas Subuh dilihat [genangan] sudah sampai depan rumah. Untungnya sampai dalam rumah," jelas Endang.

Endang juga mengatakan sudah melaporkan hal tersebut ke ketua RT setempat dan pemerintahan Kelurahan Karangasem. Warga lainnya, Mohardi, mengatakan awal mulanya pada pukul 20.00 WIB saat dia akan pergi pengajian air hanya menggenang di sawah depan rumah.

Akan tetapi pada pagi hari air sudah masuk ke dalam kamar mandi dan tempat mencuci baju. "Karena tempat cuci baju agak rendah jadinya terendam. Mesin cuci sudah terendam sekitar 10 cm tadi," ujar Mohardi, Senin.

Mohardi belum membersihkan rumahnya karena masih menunggu saluran drainase yang tersumbat selesai diperbaiki dan dibersihkan. Dia memilih untuk membantu membersihkan saluran drainase yang berada di antara Jl. Mojo dan Jl. Melon Raya tersebut.

"Rumah saya masih tergenang. Ini menunggu saja sampai perbaikan [saluran drainase] selesai baru rumah dibersihkan," jelas Mohardi.

Mohardi mengatakan permasalahan timbul dari tersumbatnya saluran drainase di perempatan Jl. Melon Raya dan Jl. Mojo. Saluran drainase tersebut memang sudah sejak 2008 diajukan di Musrenbangkel untuk diperbaiki. Akan tetapi sampai saat ini belum ada perbaikan.

"Sudah lapor ke pak lurah [Karangasem] juga. Pak lurah sudah mengizinkan untuk membongkar saluran ini agar diketahui permasalahannya dari mana," ujar Mohardi.

Seorang pekerja yang memperbaiki saluran, Bowo, mengatakan saluran tersebut tersumbat karena banyak sampah rumah tangga yang mengganjal laju air. Sampah-sampah tersebut berisi plastik, daun-daun kering, dan lainnya.

"Ini istirahat dulu. Nanti dilanjut lagi untuk bongkar saluran dan membersihkan di dalam saluran itu. Setelah dibongkar baru dibetulkan lagi salurannya," ujar Bowo, Senin.