Tak Hanya Tol, Ini Penyebab Turunnya Jumlah Penumpang Bandara Solo

Bongkat buat bagasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah - Bisnis/Abdullah Azzam
14 Januari 2019 21:15 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Grafik penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo pada 2018 mengalami penurunan 1,3% dibandingkan 2017 lalu. Beberapa hal yang memengaruhi penurunan load factor penumpang ini antara lain penutupan sejumlah rute penerbangan dan pembukaan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun.

PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo mencatat sepanjang 2018 melayani 2.625.534 penumpang berangkat dan datang. Sedangkan pada 2017 lalu ada 2.659.371 penumpang yang melalui bandara peraih penghargaan dengan pelayanan terbaik untuk kategori bandara kecil pada 2016 lalu itu.

Artinya, ada penurunan 33.837 penumpang atau 1,3%. Petugas Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi, mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan jumlah penumpang ini.

Faktor itu antara lain penutupan rute penerbangan langsung ke sejumlah wilayah hingga pembukan jalan tol trans Jawa di akhir tahun. “Penutupan rute juga menjadi penyebab adanya penurunan penumpang melalui Bandara Adi Soemarmo,” ujarnya kepada Solopos.com, akhir pekan lalu.

Pada 25 April 2018 lalu, maskapai penerbangan Lion Air menutup empat rute hub dari Bandara Adi Soemarmo Solo menuju empat daerah yakni Lombok, Banjarmasin, Tasikmalaya, dan Lampung. Rute itu selama ini dilayani dengan pesawat Wings Air.

Di sisi lain, sepanjang 2018, November dan Desember menjadi bulan paling sedikit trafik penumpangnya. Pada November penumpang yang melalui Bandara Adi Soemarmo sebanyak 174.845 pax.

Sementara pada Desember ada sebanyak 187.690 penumpang. Padahal pada bulan-bulan sebelumnya trafik penumpang rata-rata sebesar 220.000 orang per bulan.

Sementara khusus momen Natal dan Tahun Baru, pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo di Bandara Adi Soemarmo juga mengalami penurunan. Pergerakan pesawat turun 28% dari 1.244 menjadi 893, sementara penumpang turun 34% dari 183.564 orang menjadi 120.876 orang, sementara kargo turun 27% dari 437.024 menjadi 318.326.

Airport and Services Dept. Head Bandara Adi Soemarmo, Iwan Novi H., menambahkan penurunan dia perkirakan karena adanya dukungan transportasi darat dengan dibukanya jalan tol. Namun demikian, dia mengklaim pelayanan di Bandara Adi Soemarmo selama Nataru tetap dilaksanakan semaksimal mungkin dan tidak ada kejadian yang menonjol.

Di sisi lain, adanya kereta api (KA) bandara yang siap meluncur tahun ini diprediksi bakal mendongkrak jumlah penumpang. Di samping itu, Bandara Adi Soemarmo terus mematangkan sejumlah rencana perluasan antara lain perluasan apron 130 meter x 215 meter.

Apron ini nantinya bisa menampung 15 pesawat narrow body. Selain itu, perpanjangan runway dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter dan perluasan terminal penumpang 13.000 meter persegi.

Meskipun demikian, bandara ini juga memiliki potensi, salah satunya adalah pasar umrah. General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo, Hendrawan, mengatakan pasar umrah di Jawa Tengah sangat bagus khususnya yang melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo. Bahkan, periode akhir tahun lalu dianggap masa peak season umrah.

“Permintaan pasar yang tinggi ini membuat kami akhirnya menambah rute Solo-Madinah yang bakal dioperasikan pekan depan,” paparnya.