2 Orang Ditahan karena Serang Aparat Polresta Solo

Polisi melakukan olah TKP penangkapan dan penembakan di Semanggi, Solo, Minggu (13/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
14 Januari 2019 15:45 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Jateng karena menyerang aparat Polresta Surakarta menggunakan senjata tajam saat penangkapan di selatan Pasar Klitikan Notoharjo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (12/1/2019) malam.

Total ada 11 orang yang ditangkap pada Sabtu malam itu. Namun hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sembilan orang lainnya hanya dikenai wajib lapor.

Penangkapan tersebut masih terkait dengan kasus kerusuhan di Rutan Kelas 1 A Solo pekan lalu. Kasus penangkapan 11 orang ini sudah dilimpahkan penanganannya dari Satreskrim Polresta Solo ke Polda Jawa Tengah (Jateng).

“Yang sembilan orang masih didalami,” tutur Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, saat diwawancarai wartawan, Senin (14/1/2019).

Fadli menjelaskan jumlah orang yang ditangkap di selatan Pasar Klitikan Notohardjo pada Sabtu malam ada 11 orang, bukan 10 orang. Dari jumlah itu, dua orang ditembak dan sembilan orang ditahan.

Dua orang ditembak di bagian pinggang dan kaki kiri lantaran nekat melawan dan menyerang petugas yang akan menggeledah mereka. Dua orang itu yakni AH dan N. Mereka menolak saat akan digeledah polisi Sabtu malam.

Beruntung serangan tersangka menggunakan sajam kepada polisi berhasil dihindari. Lantaran dinilai membahayakan petugas, polisi melepaskan tembakan ke arah AH dan N. Mereka sempat dirawat di Klinik Bhayangkara Polresta Surakarta.

Namun sejak Minggu (13/1/2019) AH dan N dipindahkan ke Semarang untuk memudahkan pemeriksaan oleh penyidik Polda Jateng. “Kondisi dua tersangka yang kami tembak sudah membaik. Tapi kami tak lagi tangani kasus ini,” ujar dia.

Terpisah, Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono, saat dimintai tanggapan Solopos.com, Senin, mengaku belum mendapat aduan dari pihak-pihak terkait insiden tersebut.

Namun bila dalam perjalanannya ISAC diminta untuk mendampingi para tersangka atau sembilan orang yang sempat ditangkap, Endro menyatakan siap. “Kami belum bisa bergerak ke mana-mana untuk pendampingan,” kata dia.

Endro pun mengaku belum mendapat informasi lengkap ihwal kronologi penangkapan 11 orang di selatan Pasar Klitikan Notoharjo. “Kami belum ada komunikasi dengan pihak-pihak yang ditangkap polisi,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap 11 orang di selatan Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi pada Sabtu malam. Dua orang dari total 11 orang itu ditembak di bagian pinggang dan kaki kiri karena melawan petugas.

Menurut Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai saat itu petugas bermaksud memeriksa sekelompok orang yang ditengarai membawa senjata tajam. Namun dua orang menolak diperiksa dan malah menyerang petugas.