Berdekatan Dengan Kantor Pemkab Sukoharjo, Ini Potensi Kelurahan Jombor, Bendosari

Seorang pengrajin wayang kardus, Wagiman, mengecat kertas kardus yang telah dibentuk wayang di rumahnya di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Sabtu (12/1 - 2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
14 Januari 2019 03:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo menjadi pusat tata pemerintahan Sukoharjo. Terdapat Kantor Bupati Sukoharjo dan Gedung Setda Sukoharjo yang berdiri di wilayah itu. Begitu pula kantor instansi pemerintah lainnya juga terletak di Kelurahan Jombor.

Wilayah Kelurahan Jombor juga dipadati permukiman penduduk dan perumahan. Rata-rata masyarakat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau pekerja kantoran. Hanya beberapa warga yang menggeluti dunia bisnis atau wirausaha.

Hampir tak ada lahan lahan pertanian atau lahan kosong sebagai public space kecuali di sekitar Gelora Merdeka. Namun, masih ada warga yang eksis membuat kerajinan wayang yang terbuat dari kardus. Hal ini menjadi potensi unik yang tak bisa djiumpai di desa/kelurahan lainnya. “Saya sudah puluhan tahun membuat wayang kardus. Proses pembuatannya lebih mudah cepat dibanding wayang kulit,” kata seorang pengrajin wayang kardus di Kelurahan Jombor, Wagiman, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (12/1/2019).

Biasanya, Wagiman mendapat order wayang kardus dari sejumlah pelanggan di Sukoharjo. Para pelanggan itu mayoritas guru Sekolah Dasar (SD) atau pecinta wayang di wilayah Soloraya. Namun, kadang kala ia menjual wayang kardus itu di sekitar Alun-alun Satya Negara pada malam hari.  

Harga wayang kardus bervariatif tergantung ukuran dan kerumitan saat produksi. Misalnya, tokoh punakawan yang terdiri atas Semar dan ketiga anaknya yakni Gareng, Petruk, dan Bagong. Ukuran wayang Semar lebih besar dibanding tokoh punakawan lainnya. “Harga wayang Semar di atas Rp60.000 karena ukurannya cukup besar. Sementara wayang punakawan lainnya hanya Rp30.000-Rp40.000,” ujar dia.

Wagiman mengerjakan pembuatan wayang kardus di halaman rumahnya. Dia sendirian membuat wayang kardus mulai dari menggambar pola, mewarnai wayang hingga pengeringan dengan menjemur di bawah sinar matahari. “Alhamdulillah, hingga sekarang masih ada order dari pelanggan kendati tak seperti dulu. Masih ada peminat wayang kardus di Sukoharjo dan sekitarnya.”