Pohon Bertumbangan, Warga Tetap Berwisata di Sekitar Bandara Solo

Pedagang di kawasan Bandara Adi Soemarmo tetap berdagang, Minggu (13/1 - 2019) pagi. Banyaknya pohon tumbang mengakibatkan para pedagang mencari lahan kosong sebagai tempat berjualan.(Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
14 Januari 2019 04:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI-Hujan dan angin melanda sejumlah wilayah di Soloraya termasuk Boyolali. Hal ini mengakibatkan banyak pohon bertumbangan termasuk pepohonan di sekitar Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali.

Anton, seorang pedagang cakue di kawasan Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali, Minggu (13/1/2019) pagi tampak sedikit kebingungan mencari tempat mangkal berdagang. Laki-laki berusia 25 tahun itu biasanya mangkal di sisi timur dekat dengan keramaian pengunjung yang datang untuk melihat pesawat terbang. Apes, sehari tidak berjualan pada Sabtu (12/1/2019) lalu, tempat yang biasa dipakai Anton di sisi selatan jalan tertimpa pohon tumbang.

Sejumlah pohon di kawasan bandara memang terpantau tumbang sejak Sabtu sore lantaran hujan deras disertai angin kencang. Hingga Minggu pagi, pohon-pohon itu masih tetap dibiarkan. Sisi utara jalan sejajar dengan pagar Bandara Adi Soemarmo pun mengalami hal yang sama. Ranting-ranting pohon patah dan memenuhi pinggiran jalan. “Biasanya saya di sana, tapi karena pohon tumbang mangkalnya terpaksa digeser,” ujar Anton saat ditemui Solopos.com.

Jarinya menunjukkan lokasi tempat dia biasa mangkal. Meski cukup mengganggu, pohon tumbang yang belum dievakuasi tak memengaruhi aktivitas para pedagang. Sebagian besar dari mereka hanya bergeser ke tempat yang lebih lapang serta berdesakan dengan pedagang lain karena tempat yang semakin terbatas.

Sementara itu pedagang es sari tebu, Giarto, mengatakan karena banyaknya pohon tumbang, dirinya yang berjualan menggunakan mobil mesti pintar-pintar mencari tempat. Sama seperti Anton, tempat biasanya dia berjualan kini masih tertimpa pohon tumbang. Namun, Giarto membutuhkan tempat yang cukup luas lantaran dia berdagang menggunakan mobil pikap. “Tapi sejauh ini pembeli masih aman dan belum berkurang,” ujar dia.

Di seberang jalan, sejumlah orang juga tetap memadati pinggir pagar Bandara Adi Soemarmo. Mereka mencari tempat-tempat kosong di sekitar patahan ranting. Kawasan bandara memang menjadi salah satu tempat favorit warga menghabiskan liburan. Salah satu warga, Triningsih, berharap agar ranting-ranting patah segera dibereskan. “Agar tetap nyaman seperti semula,” ujar dia.

Selain kawasan bandara, pohon tumbang akibat angina juga terjadi di sejumlah tempat di Ngemplak. Di antaranya Desa Gagaksipat, Desa Sobokerto, dan Desa Ngargorejo. Pohon-pohon itu tumbang secara keseluruhan maupun hanya sebagian. Di Sobokerto, pohon tumbang menyebabkan kerugian material. Satu unit rumah milik Rustam di Dukuh Tawangsari sebagian roboh pada Sabtu (12/1/2019) sore saat terjadi angin kencang.

Sementara di Ngargorejo arah Waduk Cengklik, dua pohon tumbang hingga akarnya ke area persawahan warga. Salah satu pohon yang tumbang bahkan merusak tiang listrik.