Hujan & Angin Terjang Klaten Picu Kerugian Rp479 Juta

Los tembakau di Desa Pluneng, Kebonarum, Klaten, ambruk diterjang angin kencang, Jumat (11/1/2019) sore. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
14 Januari 2019 15:05 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah, mencatat dampak kerugian akibat angin ribut yang menerjang sembilan kecamatan di Kabupaten Bersinar, Jumat (11/1/2019), mencapai Rp479.250.000. Kerugian itu terutama akibat kerusakan rumah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan dampak angin ribut Jumat sore menyebabkan pohon tumbang, rumah rusak, akses jalan tertutup, serta kerusakan fasilitas umum terutama berkaitan dengan listrik. Jumlah total kerugian berdasarkan dari hasil asesmen tim reaksi cepat (TRC) BPBD Klaten.

Haris mengatakan untuk kerusakan rumah tercatat mencapai 137 unit. Rinciannya, 103 unit rusak ringan, 24 unit rusak sedang, dan 10 unit rusak berat. Sementara, sebaran kejadian angin ribut meliputi sembilan kecamatan yakni Tulung, Jatinom, Karangnongko, Ngawen, Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, Manisrenggo, dan Kemalang.

“Rusak ringan itu seperti hanya pada kerusakan genteng. Sementara, rusak sedang seperti bagian temboknya ambruk. Rusak berat dalam hal ini kerusakan rumahnya parah dan tidak bisa ditinggali,” kata Haris saat dihubungi solopos.com, Minggu (13/1/2019).

Kondisi rumah rusak berat itu tersebar di Kecamatan Karangnongko sebanyak tiga unit, Ngawen dua unit, Jatinom dua unit, Tulung sebanyak tiga unit. Selain rumah, dampak angin ribut juga menyebabkan ratusan pohon tumbang, sejumlah tiang listrik patah, serta kabel putus akibat tertimpa pohon tumbang.

Sementara, sebanyak dua warga Desa Kiringan, Kecamatan Tulung sempat dirawat di rumah sakit dan sudah diizinkan pulang. “Ada lima jiwa dari keluarga Marjono, Dukuh Porodesan, Desa Randulanang, rusak berat sehingga harus mengungsi ke rumah saudara,” jelas dia.

Haris menjelaskan proses penanganan kejadian angin ribut melibatkan TRC BPBD, sukarelawan dari berbagai unsur, TNI, serta polri. Hasil asesmen segera diajukan ke bupati dan diteruskan ke gubernur.

“Harapan kami untuk rumah yang rusak berat itu bisa mendapat pemihakan perbaikan,” urai dia.

Terkait potensi kejadian angin ribut, Haris menjelaskan dari keterangan para ahli angin ribut tak bakal berulang di tempat yang sama dalam waktu dekat. Meski demikian, ia mengimbau warga untuk waspada dan melakukan antisipasi sejak dini agar kejadian angin ribut tidak berdampak fatal.

“Kami berkoordinasi dengan DPUPR agar mendata pohon-pohon di tepi jalan serta melakukan pemangkasan. Untuk warga, kami juga mengimbau agar rutin memangkas pohon agar tidak mudah tumbang,” tutur dia.

Salah satu warga Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Dwi, mengatakan peristiwa angin ribut sempat membuat aliran listrik PLN padam dari Jumat malam hingga Sabtu (12/1/2019) malam.

“Setahu saya ada dua tiang listrik patah dan kabel-kabel putus karena tertimpa pohon tumbang. Sudah ada penanganan dan listrik mengalir kembali pada Sabtu pukul 21.00 WIB,” jelas dia.