Awas, Klaten Masih Belum Aman dari Puting Beliung

Pohon beringin ambruk menimpa rumah di Desa Kiringan, Kecamatan Tulung setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras, Jumat (11/1/2019) sore. (Istimewa - Koramil Tulung)
14 Januari 2019 18:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mengingatkan warganya agar tetap bersiaga menghadapi ancaman puting beliung di waktu mendatang.

Selain intensitas hujan masih tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten masih memberlakukan siaga darurat angin kencang alias puting beliung.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, puting beliung baru saja menerjang sembilan kecamatan di Kabupaten Bersinar, Jumat (11/1/2019) sore. Masing-masing kecamatan terdampak puting beliung itu, seperti di Kecamatan Cawas, Kecamatan Tulung, Kecamatan Jatinom, Kecamatan Ngawen, Kecamatan Klaten Utara, Kecamatan Klaten Tengah, Karangnongko, Manisrenggo, dan Kemalang. Puting beliung di setiap kecamatan itu sebagian besar mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Di samping itu merusak atap rumah warga.

Pendataan secara lebih rinci masih berlangsung saat ini. Yang jelas, tak ada korban jiwa. Hari ini [kemarin], sudah mulai dilakukan pembersihan dengan memaksimalkan sukarelawan di daerah masing-masing. Saat ini, kondisi di Klaten sudah kondusif,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Yuwana Haris, saat ditemui wartawan di kantornya, Sabtu (12/1/2019).

Yuwana Haris mengatakan prioritas penanganan daerah terdampak puting beliung berupa pembersihan pohon tumbang di jalan utama di kecamatan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan. Di samping itu, membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga. “Di Tulung ada tiga rumah yang rusak akibat tertimpa pohon,” katanya.

Yuwana Haris mengatakan warga diminta tetap waspada saat terjadi hujan deras. Terlebih, disertai dengan angin kencang. Sejauh ini, BPBD Klaten sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (DPU PR) Klaten guna memangkas pohon yang dinilai sudah berusia tua atau pun sudah lapuk, terutama di pinggir jalan. Keberadaan pohon yang sudah lapuk dinilai dapat membahayakan pengguna jalan karena gampang tumbang saat diterjang angin kencang.

Potensi puting beliung itu masih ada. Suhu udara di Klaten sebelum dilanda puting beliung itu mencapai 31 derajat celcius. Pemkab sendiri masih memberlakukan siaga darurat puting beliung [termasuk banjir dan longsor]. Itu berdasarkan SK Bupati Klaten No. 360/300 dan 360/301 tanggal 1 November 2018 tentang Siaga Darurat Puting Beliung, Banjir, dan Longsor,” katanya.

Camat Tulung Rohmat Sugiarto mengatakan jajaran forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimca) di Tulung bersama para sukarelawan dan seluruh elemen masyarakat gotong-royong membersihkan potongan kayu yang tumbang mengarah ke jalan atau pun menimpa rumah warga. Kerugian material akibat puting beliung di Tulung ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Di Kecamatan Tulung, kami sudah menginstruksikan ke setiap desa agar memiliki gergaji senso untuk memangkas pohon yang tumbang atau pohon yang dinilai membahayakan warga. Di Kiringan, ada pohon besar yang menimpa rumah warga di Kiringan. Hari ini [kemarin], pembersihan masih dilanjutkan di rumah Mardi Sutikno yang sempat mengalami luka di pinggang, Walidi, dan Arsandi,” katanya.