Netizen: Transportasi Bandara Jogja Lebih Mudah & Murah Dibanding Solo

Bongkar muat bagasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah (Bisnis/Abdullah Azzam)
15 Januari 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Penurunan jumlah penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, terus menjadi bahan gunjingan warganet. Hal itu diprediksi karena adanya dukungan transportasi darat dengan dibukanya tol Trans Jawa. Namun, menurut warganet penurunan jumlah penumpang tidak serta merta disebabkan oleh tol Trans Jawa.

Warganet berasumsi penurunan minat menumpang pesawat dipengaruhi oleh sulitnya mencari transportasi ke Bandara Adi Soemarmo Solo. Netizen juga membandingkan kemudahan akses transportasi ke Bandara Solo dan Adi Sucipto Jogja yang berbeda jauh.

Seperti diketahui, Bandara Adi Sucipto berada di jantung Kota Jogja yang mudah dijangkau. Ada berbagai transportasi umum yang diap mengantarkan penumpang menuju ke bandara tanpa repot. Pendapat netizen yang membandingkan kemudahan akses ke bandara Solo dan Jogja dilontarkan melalui kolom komentar di akun Facebook Solopos.com, Minggu (13/1/2019).

"Bandara Solo naik BST Rp25.000. Bandara Jogja naik KA Prameks Rp8.000. Taksi online di Jogja mudah. Taksi online di bandara Solo susah," komentar Daniel Riyan Herdyanto.

"Harga tiket dari dan ke Bandara Adi Soemarmo Solo lebih mahal dua kali lipat dari Bandara Adi Sucipto. Pilih dari Jogja walaupun saya orang Solo. Ke Jogja naik Prameks cuma Rp8.000. Lebih hemat," imbuh Ninik Sri Suwarni.

"Emang susahnya transportasi ke daerah sekitar dan kurang praktis. Dan taksi bandara mahal banget," imbuh Putut Hermawan.

"Beda cukup signifikan harga tiketnya dengan bandara di Jogja. Rute dari dan ke Solo banyak yang transit dan lama. Kalau bisa 11-12 harga tiketnya dengan di Jogja. Dan penerbangan domestik bisa langsung dari dan ke Solo. Mungkin akan naik angka penumpangnya," lanjut Whyfki Pradana.

Diberitakan sebelumnya, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat terbang yang melalui Bandara Adi Soemarmo jeblok saat pergantian Tahun Baru, 31 Desember 2018. Penurunannya mencapai 35%-36% jika dibandingkan Tahun Baru sebelumnya.

Humas Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi, mengatakan pada H-1 Tahun Baru, jumlah penumpang yang datang sebanyak 2.303 pax. Angka ini lebih sedikit daripada tahun lalu, yakni 4.205 pax, atau turun 35% (yoy). Sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 3.081, sementara tahun lalu 4.717 penumpang atau turun 36% (yoy).

Sarana transportasi menuju ke Bandara Adi Soemarmo Solo memang selalu menjadi polemik. Perum Damri telah mengoperasikan bus khusus yang siap mengantar ke bandara. Bahkan, ada bus khusus yang melayani trayek Sragen-Bandara Adi Soemarmo Solo. Namun, sampai saat ini animo masyarakat menumpang bus tersebut masih rendah.