Koridor Jl Jensud Solo, Netizen: Dari Atas Terlihat Bagus, Pas Dilewati Gronjal

Wajah baru kawasan Balai Kota Solo (Instagram/pariwisatasolo)
15 Januari 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo berupa penggantian aspal dengan batu andesit memang belum rampung. Rencananya, proyek ini bakal dilanjutkan pada Maret 2019. Meski demikian, hasil pengerjaan proyek ini sudah terlihat.

Penggantian aspal dengan batu andesit dilakukan untuk mempercantik koridor Jl. Jensud Solo. Pemasangan batu andesit tersebut membentuk pola unik yang terlihat cantik jika dipotret dari atas. Penampakan pola koridor Jl. Jensud Solo terlihat dari foto unggahan pemilik akun Instagram Dinas Pariwisata Solo, @pariwisatasolo, yang dibagikan ulang @jelajahsolo, Senin (14/1/2019).

Foto tersebut memperlihatkan megahnya kompleks Balai Kota Solo dan koridor Jl. Jensud yang baru saja dipasangi batu andesit. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengubah wajah koridor Jl. Jensud, mulai dari depan Balai Kota sampai di bundaran Gladak. Penataan ini dilakukan agar wilayah tersebut menjadi destinasi wisata layaknya Kota Lama.

Pihak Dinas Pariwisata Solo menambahkan, ada berbagai bangunan lawas yang ikonis di Kota Solo. Mulai dari Benteng Vastenburg, Keraton Kasunanan Surakarta, Pasar Gede, serta Gedung Bank Indonesia. Beberapa banguna tersebut sangat potensial dijadikan destinasi wisata Kota Lama Solo.

Sayangnya, penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman Solo menuai kritikan dari warganet Kota Solo. Sejumlah netizen menilai penggantian aspal dengan batu andesit membuat jalanan tidak nyaman dilewati kendaraan bermotor.

"Percuma bagus, tapi enggak ada fungsinya. Lihat aja itu bagian cor-coran sudah pada pecah-pecah," kritik @fonzeca.

"Kayak bulan, dilihat dari jauh indah. Dari dekat gronjal-gronjal," kelakar @antoniusbobs.

"Cuma bagus di mata. Real-nya udah mereteli dan bergelombang," imbuh @_kieltjioe.

"Kurang berfaedah. Cuma bisa dilihat dari atas? Apa biar enggak pecicilan yang naik kendaraan, jalannya dibuat gronjal? Mubazir anggaran bisa dipakai buat proyek lain yang lebih bermanfaat," sambung @selmarosadhini.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, batu andesit di koridor Jl. Jensud Solo dipasang membentuk pola-pola yang telah disiapkan. Penataan batu andesit tidak akan terlalu banyak bermain dengan warna. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menata batu andesit dengan desain monokromatis atau hanya bermain gelap terang antara batu hitam dan batu abu-abu.