Tarif Kargo Naik, Ongkir Barang Ikut Naik

Logo PT Pos Indonesia (Wikipedia)
15 Januari 2019 14:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Awal tahun ini sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman barang melakukan penyesuaian tarif. Hal itu disebut-sebut sebagai dampak meningkatnya tarif kargo angkutan udara.

PT Pos Indonesia misalnya, mulai menaikkan tarif jenis layanan tertentu sekitar 28% hingga 30%. Jenis layanan yang tarifnya naik hanya yang menggunakan fasilitas kargo pesawat terbang.

"Kenaikan tarif ini menyesuaikan dengan tarif kargo yang juga meningkat. Kalau tarif kargo turun kemungkinan tarif pengiriman juga ikut turun. Tidak hanya di kantor pos, logistik akan terdampak," kata dia kepada wartawan di kantornya, Senin (14/1/2019).

Wakil Kepala Kantor Pos Solo, Zaenal Alamsyah, mengatakan peningkatan tarif biasanya terjadi untuk paket yang dikirim ke luar Jawa. "Untuk wilayah Jawa, ada sebagian tujuan yang tarifnya naik. Tapi untuk luar Jawa, semua naik," kata dia.

Dia mengatakan peningkatan tarif hanya berlaku untuk jenis pengiriman yang menggunakan fasilitas pesawat terbang. Jenis layanan yang menggunakan pesawat terbang adalah Pos Express dan Pos Kilat Khusus.

Memurutnya, peningkatan tarif pengiriman tersebut merupakan kali pertama sejak dua tahun lalu. "Sudah sekitar dua tahun tidak ada kenaikan tarif. Jadi ini memang sebagai penyesuaian saja," lanjut dia.

Di Kantor Pos, layanan pengiriman barang merupakan jenis layanan yang paling banyak diakses saat ini terutama oleh para pelaku bisnis jual beli online. Bahkan Zaenal mengatakan pengiriman barang dari bisnis online tersebut berkontribusi sekitar 80% dari total pengiriman di Kantor Pos Solo.

Sementara itu, Branch Manager JNE Solo, Bambang Widiatmoko, melalui keterangan tertulis yang diterima Solopos.com, Senin, mengatakan terkait besaran perubahan tarif yang dilakukan JNE akan diterbitkan secara nasional dengan berbagai tahap.

"Di periode pertengahan Januari diawali dengan wilayah Jabodetabekcil. Kemudian di periode selanjutnya menyusul secara nasional," kata dia.