Paving Koridor Jensud Dianggap Mirip Gambar Salib, Wali Kota Solo: Itu Tidak Benar!

Unggahan foto koridor Jensud depan Balai Kota Solo di akun Instagram pariwisatasolo. (Instagram)
15 Januari 2019 21:20 WIB Ichsan Kholif Rahman/Suharsih Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Penataan batu andesit tahap pertama Jl. Jenderal Sudirman (koridor Jensud) menjadi perdebatan di media sosial. Motif batu andesit di depan Balai Kota dianggap menyerupai salib simbol agama kristiani.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat ditemui Solopos.com di Balai Kota, Selasa (15/1/2019), membantah tegas tudingan tersebut. Bahkan, Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu langsung menuju lokasi yang dianggap menyerupai salib tersebut.

“Kalau saya menggambar salib di jalan, saya melecehkan agama saya sendiri. Salib itu benda sakral yang dihormati umat Kristen dan Katolik. Pasti saya akan diprotes umat Kristen dan Katolik,” ujar dia.

Ia menambahkan penataan motif tersebut merupakan perencanaan konsultan perencana dan bukan Wali Kota Solo. Menurutnya, apabila salib ditaruh sebagai motif jalan raya tentunya ia melecehkan agamanya sendiri.

“Justru kalau saya membuat gambar salib Katolik di jalan saya tidak paham mengenai iman Katolik itu sendiri. Tidak ada salib ditaruh di bawah pasti di atas semua,” ujarnya.

Ia menambahkan apabila salib digambar di jalan itu perbuatan bodoh dan melecehkan agama. Dia tak mempersoalkan perdebatan di media sosial. Niat awal penataan Jl. Jenderal Sudirman adalah baik, tanpa niat buruk sedikit pun.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, komentar mengenai paving koridor Jensud yang dinilai menyerupai gambar salib ada di unggahan akun Instagram @pariwisatasolo yang diklaim merupakan akun resmi Dinas Pariwisata Solo. Unggahan itu diunggah ulang (repost) oleh akun @jelajahsolo.

Ada dua foto koridor Jensud, khususnya di depan Balai Kota Solo, yang diunggah akun @pariwisatasolo, Senin (14/1/2019). Kedua foto diambil dari ketinggian. Akun @pariwisatasolo memberi judul unggahan itu "Wajah Baru Kota Solo".