Tanggul Jebol Rusak 5 Ha Sawah di Weru Sukoharjo

Sejumlah warga bergotong royong memperbaiki tanggul jebol di Desa Jatingarang, Weru, Sukoharjo, Selasa (15/1/2019). (Istimewa - Supri)
15 Januari 2019 18:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan tanggul persawahan di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, jebol pada Senin (14/1/2019).

Akibatnya, sekitar lima hektare sawah terancam tak bisa dipanen lantaran terendam genangan air. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (15/1/2019), posisi tanggul persawahan itu di pinggir ruas jalan perdesaan.

Saat turun hujan lebat, ketinggian air sungai bertambah secara signifikan dalam hitungan menit. Derasnya aliran sungai membuat tanggul jebol sehingga air sungai langsung menggenangi lima hektare lahan pertanian.

Kepala Desa Jatingarang, Slamet Riyadi, mengatakan tanggul jebol sepanjang delapan meter. Kala itu, warga setempat tak bisa berbuat banyak lantaran curah hujan tinggi.

Air sungai langsung merendam areal persawahan di dekat tanggul. “Saking derasnya aliran sungai, tanggul pertanian retak dan jebol. Sawah sudah seperti lautan air,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa.

Padahal, tanaman padi yang terendam banjir baru saja ditanam. Tanaman padi itu berusia belum ada sebulan. Sebagian besar tanaman padi rusak akibat genangan air yang merendam areal persawahan.

Para petani merugi besar lantaran tak bisa memanen padi saat masa panen. Warga setempat lantas bergotong royong membangun tanggul darurat untuk menahan laju erosi sungai saat turun hujan lebat dengan intensitas tinggi.

“Warga melakukan kerja bakti membangun tanggul darurat. Ini hanya bersifat darurat dan sementara untuk menahan laju erosi sungai,” ujar dia.

Namun, Slamet khawatir apabila kembali terjadi hujan lebat, tanggul darurat bakal jebol lantaran tak kuat menahan derasnya arus sungai. Apalagi, puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada pertengahan atau akhir Januari.

Lebih jauh, Slamet meminta instansi terkait segera membangun tanggul permanen. “Para petani masih khawatir tanggul darurat tak bisa menahan derasnya aliran sungai saat turun hujan lebat. Semoga saja tanggul yang diperbaiki tak kembali jebol.”

Sementara itu, seorang warga Desa Jatingarang, Supri, mengatakan selama ini lahan pertanian di Desa Jatingarang jarang terendam banjir saat musim penghujan. Supri berharap instansi terkait segera turun tangan memperbaiki tanggul yang jebol.

Jika tak segera diperbaiki, areal persawahan di dekat tanggul tak bisa ditanami lantaran rawan terendam genangan air sungai.