Pengelola WGM Wonogiri akan Bikin Akuarium di Eks Gedung Jetski

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (Solopos/Dok)
15 Januari 2019 13:05 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Pengelola Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kenyamanan untuk menarik minat wisatawan.

Penertiban pedagang dan inovasi wahana menjadi prioritas pengelola Wisata WGM Wonogiri dua tahun terakhir.

Kepala UPTD Wisata WGM, Pardianto, saat ditemui solopos.com di kantornya di kompleks wisata yang berlokasi di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri,tersebut  Senin (14/1/2019), mengatakan keberadaan pedagang yang tak teratur sebelumya menjadi sorotan pengunjung.

Pedagang, ungkap dia, dinilai mengganggu pemandangan karena berjualan di dekat wahana dan dekat waduk yang menjadi daya tarik wisatawan. Dari kondisi itu Pemkab mengambil kebijakan untuk menertibkan para pedagang di WGM Wonogiri.

Penataan pedagang dalam skala besar, kata Pardianto, kali pertama dilakukan pada 2017. Saat itu pengelola membangun selter di sisi barat untuk pusat kuliner.

Ratusan pedagang yang sebelumnya berjualan di warung semi permanen dipindah ke selter.

“Total pedagang berizin ada 403 orang. Ratusan pedagang sudah ditempatkan di selter sisi barat. Sebanyak 120 pedagang sekarang ini masih proses dipindahkan ke selter yang dibangun tahun lalu,” kata Pardianto.

Dia menjelaskan masih ada 53 pedagang belum terakomodasi di selter. Namun mereka tetap ditempatkan di dekat selter agar pedagang lain tidak cemburu.

Selain menata pedagang, inovasi wahana juga menjadi perhatian pengelola WGM Wonogiri. Pada 2017, pengelola membuat wahana tempat berfoto yang didesain dengan objek terbalik, yakni Omah Jungkir.

Selain itu pengelola membuat wahana kolam terapi ikan, rumah pohon, bianglala, dan sebagainya. Pada 2018 pengelola membuat wahana baru lagi, seperti sepeda gantung dan rekreasi menggunakan kendaraan multi lintasan atau ATV.

Pengelola juga akan membuat wahana akuarium tahun ini, di bekas gedung jetski yang sebelumnya menjadi tempat berjualan pedagang aksesori.

“Dari sisi pendapatan, pada 2018 lebih besar dari pada 2017. Namun, dari sisi jumlah pengunjung, tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Pendapatan bisa lebih besar karena mulai 1 Februari 2018 retribusi naik. Ini menjadi tantangan ke depan bagiamana caranya pengunjung bisa meningkat agar pendapatan bisa lebih besar lagi,” imbuh Pardianto.