Solopos Hari Ini: Fenomena Lama Petahana

Harian Umum Solopos edisi Rabu (16/1 - 2019).
16 Januari 2019 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan populis untuk para abdi negara. Fenomena itu bukan hal baru menjelang kompetisi elektoral pemilihan presiden (pilpres).

Kebijakan yang dikeluarkan terkait para abdi negara di antaranya kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunan, perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang difokuskan untuk tenaga honorer, dan gaji perangkat desa yang setara dengan PNS golongan IIA.

Kebijakan pmerintah menjelang Pilpres 2019 itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (16/1/2019). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, ada pula ulasan mengenai calon pemilih dalam Pilpres 2019 yang seharusnya mampu menguji visi dan misi capres-cawapres. Hal itu bisa dilakukan para pemilih karena para capres-cawapres telah mengutarakan visi dan misi mereka.

Saatnya Pemilih Uji Visi-Misi Capres

Capres-cawapres yang berkompetisi dalam Pilpres 2019 telah menyampaikan visi dan misi mereka. Pemilih diajak untuk menelaah dan menguji setiap pernyataan yang disampaikan capres.

Direktur Konsep Indonesia Veri Muhlis Ariefuzzaman menyatakan penyampaian visi dan misi capres-cawapres baik untuk pendidikan politik bagi masyarakat. Pemilih bisa mengetahui visi-misi pasangan capres-cawapres.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar utama tenang terungkapnya penyalahgunaan aplikasi perpesanan WhatsApp untuk koordinasi membolos dari sekolah. Ada pula ulasan mengenai wahana baru di Waduk Kedung Ombo pada halaman Soloraya.

Koordinasi Bolos Pakai Grup WA

Aplikasi percakapan teks WhatsApp alias WA ternyata dimanfaatkan sejumlah pelajar untuk "berkoordinasi" membolos sekolah. Hal ini terungkap saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo menangkap 12 pelajar yang terdiri atas delapan siswa SMA dan empat siswa SMP yang membolos sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Satpol PP, Agus Sis Wuryanto, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (15/1), mengungkapkan pihaknya menemukan adanya grup WA untuk “koordinasi” bolos itu saat memeriksa ponsel yang dibawa anak-anak itu.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Atraksi Baru di Tepian Kedung Ombo

Budaya selfie atau berswafoto sudah menjadi fenomena global. Bukan hanya kalangan remaja, emak-emak pun gandrung dengan kebiasaan swafoto. Budaya swafoto itu yang lantas ditangkap sebagai peluang bagi Karang Taruna Tunas Muda di Dusun Boyolayar RT 026 dan 027, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

Ditutupnya Waduk Kedung Ombo (WKO) untuk kalangan wisatawan pada 2017 lalu membuat warga tak bisa berswafoto dengan latar belakang waduk yang mulai dibangun pada 1985 ini. Akibatnya, warga mulai mencari lokasi lain untuk bisa berswafoto dengan latar belakang WKO.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.