Syukuran Tol Solo-Ngawi, Ini 2 Manfaat Tol untuk Solo

Wawali Kota Solo, Achmad Purnomo, memberi sambutan saat syukuran beroperasinya tol Solo-Ngawi yang digelar PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) di Solo, Rabu (16/1/2019). - Solopos/Bayu Jatmiko Adi
16 Januari 2019 22:32 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO - PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menggelar kegiatan tasyakuran atas beroperasinya ruas jalan tol Solo-Ngawi, Rabu (16/1/2019) malam di Harris Hotel Solo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Jasamarga, para pemegang saham, sejumlah pimpinan daerah di Soloraya, dan tamu undangan lainnya.

Direktur Utama PT JSN, David Wijayatno, mengatakan penyelenggaraan acara yang berlangsung di ballroom Harris Hotel tersebut ditujukan untuk mengucapkan syukur atar terbangunnya ruas jalan tol Trans Jawa, khususnya ruas Solo-Ngawi. "Saat ini ruas Solo-Ngawi sudah tersambung penuh. Untuk ruas Salatiga-Kartasura yang kami bangun juga telah diresmikan oleh Presiden pada 21 Desember lalu," kata dia dalam sambutannya, Rabu.

Pada acara tersebut pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung prosea pembangunan jalan tol tersebut. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota  yang dilalui jalur tol, BPN, kepolisian, perbankan, dan sebagainya.

Acara tersebut dihadiri oleh para tamu undangan yang berasal dari kalangan perbankan termasuk dari jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, tokoh masyarakat, para pemegang saham, kontraktor, konsultan konstruksi, serta perwakilan pimpinan daerah di Soloraya yang dilalui jalur tol serta dari kepolisian dan tamu undangan lainnya.

Direktur Pengembangan PT Jasa Marga, Adrian Prihutomo, mengatakan dengan terselesaikannya ruas tol tersebut, selama tahun 2018 Jasa Marga telah menyelesaikan jalan tol sepanjang 312 km. Dia pun berharap keberadaan jalan tol bisa bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap memerhatikan keselamatan saat berkendara, termasuk di ruas jalan tol.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, yang memberikan tanggapan terkait keberadaan jalan tol, menyatakan apresiasinya karena keberadaan jalan tol juga berdampak positif untuk Kota Solo.

"Meskipun jalan tol itu tidak melalui Solo, namun kami berterima kasih atas keberadaan jalan tol. Sebab dengan beroperasinya tol, kendaraan berat tidak merusak jalan Solo. Kedua, untuk mengunjungi Kota Solo yang katanya kota ngangeni akan lebih mudah. Orang Semarang kalau kepingin nasi liwet Solo, dua jam sudah bisa menjangkau Solo," kata dia. Dia berharap keberadaan tol bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.