Bantuan Rehab RTLH Sukoharjo Naik Jadi Rp17,5 Juta/Rumah

Ilustrasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH). (Solopos/Dok)
16 Januari 2019 12:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Nilai bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH) naik Rp2,5 juta per rumah dari semula Rp15 juta menjadi Rp17,5 juta. Di Sukoharjo masih ada 14.149 unit RTLH yang butuh perhatian Pemkab Sukoharjo.

Kepala Seksi Perumahan Formal dan Swadaya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Slamet Hidayat, mengatakan nilai bantuan rehab RTLH pada 2018 senilai Rp15 juta per rumah.

Pada 2019, nilai bantuan rehab RTLH naik Rp2,5 juta per rumah menjadi Rp17,5 juta per rumah. “Kenaikan nilai bantuan rehab RTLH Rp2,5 juta untuk membayar upah tukang bangunan. Sementara dana Rp15 juta untuk membeli bahan material bangunan seperti pasir, semen dan batu bata,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (14/1/2019).

Bantuan rehab RTLH berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Program ini menyasar wilayah-wilayah perkumuhan di setiap daerah termasuk wilayah Sukoharjo.

Jumlah bantuan RTLH di Sukoharjo sebanyak 200 unit yang tersebar di wilayah Kecamatan Gatak, Grogol dan Kartasura. Selain program BPSP, ada program rehab RTLH lainnya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 170 unit RTLH.

“Khusus program DAK diprioritaskan di tiga desa di wilayah Kecamatan Weru. Nilai bantuannya juga sama Rp17,5 juta per rumah,” ujar Slamet.

Dalam waktu dekat, lanjut Slamet, tim dari DPKP Sukoharjo bakal memverifikasi ulang penerima bantuan rehab rumah dengan menyurvei rumah warga. Parameter penilaian program rehab RTLH yakni atap, lantai, dan dinding.

Apabila kondisi rumah penduduk tak sesuai parameter penilaian program rehab RTLH langsung dicoret. Saat ini, Slamet menunggu surat keputusan (SK) Gubernur Jateng dan Bupati Sukoharjo yang menjadi acuan pencairan bantuan rehab RTLH.

“Bantuan rehab RTLH bukan berbentuk uang melainkan barang. Kami tak ingin bantuan dana disalahgunakan penerima bantuan,” papar dia.

Berdasarkan data Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 menyebutkan jumlah RTLH di Kabupaten Jamu sebanyak 17.982 unit yang tersebar di 167 desa/kelurahan se-Sukoharjo. Selama kurun waktu empat tahun, jumlah RTLH yang direhab lebih dari 3.000 unit. Kini, jumlah RTLH di Sukoharjo sekitar 14.149 unit.

Sementara itu, seorang penerima bantuan dana rehab RTLH asal Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Suparlan, menyampaikan menerima bantuan dana rehab rumah senilai Rp15 juta pada 2017. Dana itu untuk merenovasi atap dan lantai rumah. Kini, lantai rumahnya telah berubin dan genting rumah juga sudah diganti baru.