Menanti Jalan Layang Di Simpang Tugu Kartasura Sukoharjo

Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Kartasura padat lancar pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5, Minggu (10/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
16 Januari 2019 21:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo berharap ada jalan layang atau flyover di Simpang Tugu Kartasura untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Wacana jalan layang di simpang Tugu Kartasura sebenarnya sudah lama didengungkan Pemkab Sukoharjo, bahkan sebelum flyover Manahan Solo dibangun tahun lalu. Pemkab Sukoharjo juga sudah mengusulkan anggaran untuk pembangunan jalan layang itu ke pemerintah pusat.

Namun hingga kini usulan tersebut tak kunjung mendapat respons. Simpang Tugu Kartasura merupakan titik temu arus dari tiga arah yakni Solo dan Jatim, Semarang, dan Yogyakarta. Simpang tersebut selalu ramai pada musim libur panjang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indriyanto mengatakan pembangunan jalan layang itu sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di Simpang Tugu Kartasura. Dishub tak memungkiri kepadatan lalu lintas di wilayah Kartasura, terutama di Simpang Tugu Kartasura hingga Pabelan meningkat.

Hal ini seiring pengoperasian tol Trans Jawa di mana salah satu pintu tol berada diperbatasan Ngasem-Kartasura.

“Terjadi titik pertemuan arus dari Semarang-Yogyakarta, dan Solo-Yogyakarta, Solo-Semarang maupun sebaliknya di Simpang Tugu itu. Kondisinya setiap hari sangat padat,” kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Rabu (16/1/2019).

Dengan demikian dibutuhkan rekayasa jalur di ruas jalur Solo-Yogyakarta. Namun upaya tersebut selama ini terkendala status jalan yang merupakan jalan nasional sehingga pengelolaannya tetap harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Menurut Djoko, keberadaan alat pemberi isyarat lampu lalu lintas (APILL) dari Simpang Tugu kearah Yogyakarta dan hanya berjarak sekitar 200 meter, menyumbang kepadatan di sana.

”Jadi solusi yang tepat untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di sana adalah dibangun flyover,” katanya.

Dia mengatakan solusi mengurai kemacetan di Kartasura tersebut telah disampaikan ke pemerintah pusat dan saat ini tinggal menunggu respons pihak terkait. Selain pembangunan flyover, dia mengatakan Pemkab juga mewacanakan untuk mengaktifkan kembali dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang mangkrak di Kartasura.

Saat ini Bagian Aset Pemkab Sukoharjo tengah menelusuri pengelolaan dua JPO, yakni di Pabelan dan di depan Pasar Kartasura. ”Jadi nanti JPO bisa difungsikan kembali sebagai sarana para pejalan kaki sehingga tidak lagi menyeberang jalan dan menambah ruwet kepadatan lalu lintas di sana,” kata dia.

Selain mengurai kepadatan, JPO difungsikan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo, R.M. Suseno Wijayanto, menjelaskan JPO Pasar Kartasura sudah diserahkan pemerintah pusat ke Pemkab Sukoharjo pada 1998.

Kondisi jembatan itu saat ini memang sudah tidak layak dan membahayakan. Butuh perbaikan menyeluruh agar JPO berfungsi baik. JPO ini akan memberikan ruang bagi pejalan kaki menyeberang jalan dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“JPO di Pabelan masih ditelusuri bisa dikelola Pemkab atau tidak sehingga perbaikannya juga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.