Pemekaran Wilayah Bikin Kades Garangan Boyolali Terpaksa Ngantor di Rumah

Kantor Desa Garangan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, yang akan menjad Kantor Kecamatan Wonosamodro. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
16 Januari 2019 14:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, SOLO -- Kepala dan perangkat Desa Garangan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, harus berpindah kantor di rumah pribadi kepala desa (kades).

Hal itu lantaran Kantor Desa Garangan dipakai untuk kantor kecamatan baru hasil pemekaran yakni Kecamatan Wonosamudro. Pemekaran wilayah Kecamatan Wonosegoro sudah disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun lalu.

Desa Garangan akan menjadi ibu kota Kecamatan Wonosamudro. Kepala Desa Garangan, Jamroji, belum bisa memastikan sampai kapan dirinya dan perangkat desa ngantor di rumah pribadinya.

“Belum tahu dan belum ada keputusan,” ujar Jamroji ketika ditemui Solopos.com di rumahnya, awal pekan ini.

Rumah Jamroji terletak di Dukuh Getaskrikil atau sekitar satu kilometer dari kantor desa sebelumnya. Rumah tersebut memiliki dua lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai kantor serta disekat dengan kios BBM, sementara lantai II sebagai tempat tinggal.

Kantor desa kini menempati sebuah ruangan berukuran sekitar 7 meter x 7 meter. Jamroji menambahkan pemindahan kantor sudah dilakukan sejak awal tahun.

Hal tersebut diinisiasi secara mandiri oleh perangkat desa mengingat kabarnya kantor desa semula akan dipersiapkan menjadi kantor kecamatan baru. Setelah berpindah, administrasi dan pelayanan berjalan dengan normal dan lancar.

Sementara itu, pantauan Solopos.com di kantor Desa Garangan, gedung yang biasa difungsikan sebagai pusat pelayanan masyarakat terkunci dan kosong. Papan petunjuk kantor desa masih terpasang, namun sudah tidak ada lagi aktivitas.

Di sana juga tertempel secarik kertas yang mengumumkan "Balai Desa Garangan pindah ke rumah Pak Lurah di Getaskrikil". Kantor desa ini terdiri atas dua gedung, satu gedung berfungsi sebagai pusat pelayanan, sementara gedung yang lain sebagai aula.

Halaman kantor pun cukup luas dan dapat digunakan untuk memarkir kendaraan roda empat. Karena tempat parkir yang luas ini lah, yang menurut Jamroji menjadi salah satu pertimbangan dialihfungsikannya kantor desa menjadi kantor kecamatan.

Lebih jauh, Jamroji menyebutkan perubahan Desa Garangan menjadi ibu kota Kecamatan Wonosamudro masih membutuhkan banyak pembenahan. Sejauh ini pemerintah desa telah mengupayakan betonisasi jalan di depan kantor desa yang nantinya menjadi kantor kecamatan, juga perbaikan sejumlah ruas jalan kampung.

Pemerintah desa juga telah mengusulkan tiga ruas jalan untuk diubah statusnya dari jalan desa menjadi jalan kabupaten. Ketiganya adalah ruas Desa Garangan-Desa Bangle, Desa Garangan-Desa Guwo, Kecamatan Kemusu, serta Desa Bangle ke arah utara menuju Kabupaten Grobogan.

Sementara itu, pengguna jalan kerap mengeluhkan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Wonosegoro. Salah satu pengguna jalan, Widodo, saat ditemui Solopos.com di Desa Bandung, mengatakan kerusakan jalan menghambat akses menuju wilayah utara.

Padahal Desa Bandung nantinya menjadi desa perbatasan antara Kecamatan Wonosegoro dan Kecamatan Wonosamodro. “Di sini [Desa Bandung] banyak jalan berlubang dan tergenang air saat hujan, harapannya segera diperbaiki,” tutur dia.

Terlepas dari permasalahan infrastruktur, pembentukan Kecamatan Wonosamodro disambut antusias warga setempat. Warga Desa Jatilawang, Tukiyem, berharap pengurusan administrasi menjadi lebih mudah.

Desa Jatilawang berjarak sekitar lima kilometer dari kantor kecamatan Wonosegoro, namun hanya berjarak dua kilometer dari Desa Garangan/ Kecamatan Wonosamodro.

Sebagai informasi, setelah dimekarkan Kecamatan Wonosamodro akan meliputi 10 desa yang sebelumnya merupakan wilayah Wonosegoro, yakni Kalinanas, Bangle, Repaking, Gunungsari, Bercak, Garangan, Jatilawang, Gilirejo, Kedungpilang, dan Ngablak.

Sementara wilayah Wonosegoro akan mencakup delapan desa meliputi Wonosegoro, Banyusri, Bojong, Gosono, Bandung, Karangjati, Bolo, dan Ketoyan, serta ditambah tiga desa yang sebelumnya masuk wilayah Kecamatan Kemusu meliputi Kauman, Lemahireng, dan Guwo.