13 Adegan Gambarkan Pembunuhan Pria Boyolali Hingga Ususnya Terburai

Tersangka Arga Anggara penusukan hingga usus terburai menjalani rekonstruksi di Jl. Pandanaran, Boyolali, Rabu (16/1/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
16 Januari 2019 14:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Polres Boyolali merekonstruksi kasus pembunuhan Arifin, 33, di Jl. Pandanaran, RT 001/RW 006 Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali.

Arifin ditemukan tergeletak dengan usus terburai pada Sabtu (15/12/2018) sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku pembunuhan warga Selodoko, Kecamatan Ampel, Boyolali, yang mengalami gangguan jiwa itu diketahui bernama Arga Anggara, 28.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung Rabu (16/1/2019) itu terungkap Arga membunuh Arifin dengan cara menusuk perutnya hingga ususnya terburai. Arga mengaku kesal dimintai rokok dan uang oleh Arifin hingga kemudian menusuk laki-laki itu.

Sementara itu, seusai menusuk Arifin, Arga sempat memberi tahu orang-orang ada orang meninggal karena ditusuk.

Arga merupakan warga Sidodadi, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota. Dia yang selama ini bekerja serabutan dan berpindah-pindah tempat di seputaran Boyolali Kota ditangkap aparat Polres Boyolali sehari setelah kejadian atau Minggu, 16 Desember 2018.

“Saya sedang berjalan di trotoar. Di situ ada dia [Arifin] lalu dia meminta rokok kepada saya. Saya kasih sebatang minta lagi, saya kasih lagi sebatang dia masih minta lagi. Waktu itu saya masih punya setengah pak rokok, dia minta juga semua. Saya sudah mulai anyel [geram]. Malah dia minta uang juga Rp10.000. Saya sudah tidak tahan lagi langsung saja saya tusuk perutnya pakai pisau,” kata Arga kepada wartawan seusai rekonstruksi yang disaksikan pula oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali itu.

Arga mengaku saat itu memang sudah membawa pisau. “Saya kerja di warung, tadi habis kupas-kupas buah jadi pisaunya saya kantongi,” ujar Arga.

Setelah menusuk Arifin, Arga meninggalkannya begitu saja dalam kondisi bersimbah darah. Dia menyimpan pisaunya di kantong celana dan kemudian berjalan menuju warung hik di Taman Kridanggo, sebelah timur simpang siaga Boyolali yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi.

Di warung itu selain penjual hik, Juliyanto alias Julek, ada juga beberapa pembeli yang sedang duduk-duduk. Kepada Julek, Arga memesan segelas teh panas dan mengatakan baru saja ada orang gila meninggal dengan luka di perut hingga ususnya terburai.

Sementara itu, Julek membenarkan keterangan Arga. Saat itu Arga memesan minuman tetapi tidak duduk dan terlihat resah.

“Dia hanya berdiri dan mondar-mandir di dekat kursi. Dia bilang baru saja ada orang meninggal ususnya keluar [terburai]. Saat itu saya tidak tahu dia yang membunuh,” ujar Julek.

Setelah itu, seorang pembeli di warungnya penasaran dengan kabar yang disampaikan Arga dan bergegas menuju lokasi. Malah, Arga juga ikut mengantarnya ke lokasi dan melihat kondisi Arifin yang sudah tidak bergerak.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Boyolali Iptu Mulyanto mewakili Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto dan Kapolres AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan rekonstruksi tersebut memeragakan 13 adegan di lokasi kejadian dan warung hik.

“Ada 13 adegan di tempat kejadian penusukan dan warung hik. Rekonstruksi ini untuk meyakinkan semua pihak bahwa keterangan pelaku kepada penyidik sesuai kejadiannya,” ujarnya di sela-sela rekonstruksi.