Warga Klaten Siap-Siap Pilih 270 Kades pada 13 Maret 2019

Perwakilan panitia pilkades di Klaten mengikuti Santiaji Pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2019 di pendapa Pemkab Klaten, Selasa (15/1 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
16 Januari 2019 15:05 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 659.125 pemilik suara bakal memilih 270 kepala desa (kades) di ajang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Klaten, Rabu (13/3/2019). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyiapkan anggaran senilai Rp13,3 miliar guna menyelenggarakan pilkades serentak.

Berdasarkan data yang dihimpun solopos.com, jumlah pemilih terbanyak di Kabupaten Bersinar berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Di lokasi ini, jumlah pemilik suara mencapai 7.771 suara. Anggaran yang digelontorkan pemkab senilai Rp84,9 juta. Sedangkan pemilih paling sedikit berada di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, yakni mencapai 878 pemilih dengan anggaran yang dibutuhkan Rp40,1 juta.

Sesuai rencana, di setiap desa membuka jadwal pendaftaran calon kepala desa (cakades), Kamis-Selasa (17-22/1/2019). Setiap warga yang berminat mendaftarkan diri sebagai cakades harus datang sendiri menyerahkan berkas persyaratan ke panitia pilkades di masing-masing desa.

Sesuai peraturan, jumlah cakades di setiap desa minimal dua orang dan maksimal lima orang. Jika pendaftar kurang dari dua orang, bakal digelar perpanjangan pedaftaran hingga 20 hari ke depan. Sedangkan pemilih di atas lima orang bakal dikerucutkan menjadi lima cakades sesuai ketentuan.

“Pada prinsipnya, anggaran sudah kami siapkan. Yang sudah mengajukan pencairan di sekitar 25 persen. Selama ini, kades yang masih menjabat ataupun penjabat juga sedang proses merampungkan laporan akhir masa jabatan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Jaka Purwanto, saat ditemui wartawan di sela-sela Santiaji Pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2019 di pendapa Pemkab Klaten, Selasa (15/1/2019).

Asisten Administrasi Setda Klaten, Sri Winoto, mengatakan pelaksanan pilkades serentak di Kabupaten Bersinar didasarkan pada Perbup No. 41/2018 tentang Tata Cara Pilkades Serentak. Setiap panitia pilkades diharapkan dapat menguasai teknis pilkades serentak. 

“Jika ada cakades lebih dari lima, nantinya akan dinilai berdasarkan tiga variabel yakni pengalaman kerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan, dan usia. Jika dengan tiga variabel itu belum ditentukan lima cakades, baru digelar ujian tertulis,” katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, berharap pelaksanaan pilkades di Kabupaten Bersinar berjalan lancar. Pilkades serentak diharapkan pula tidak terpengaruh pelaksanaan pemilu 2019.

“Kami berharap para camat aktif mengawasi pilkades. Pahami aturan siapa-siapa saja yang boleh berkampanye di desa,” katanya.