Bantah Pernyataan Prabowo Subianto, Bupati Klaten Cek Penggilingan Beras

Bupati Klaten Sri Mulyani mengecek kondisi beras di salah satu tempat penggilingan di Delanggu, Klaten, Rabu (16/1).(Solopos - Ponco Suseno)
16 Januari 2019 17:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani, membantah pernyataan calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, terkait Kabupaten Bersinar banjir beras impor dalam beberapa bulan lalu. Guna memastikan Klaten bersih dari dari beras impor, Sri Mulyani mengecek langsung salah satu penggilingan beras di Delanggu.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, Sri Mulyani mengecek kondisi beras di Delanggu bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. Sasaran pengecekan, yakni tempat penggilingan padi milik Harjono, 68, di Kepanjen, Delanggu. Di lokasi ini, Sri Mulyani juga berdialog singkat dengan pemilik penggilingan terkait ada tidaknya beras impor dari luar negeri yang beredar di Kabupaten Bersinar.

Saya ingin memastikan secara langsung ke petani dan penggiling terkait apa benar ada beras impor di Klaten. Setelah dicek di lapangan, tak ada sebutir pun beras impor yang masuk. Kondisi di Klaten justru mengalami surplus,” kata Sri Mulyani, saat ditemui wartawan di Delanggu, Klaten, Rabu (16/1/2019).

Sri Mulyani mengatakan para petani di Klaten juga masih menikmati hasil panen dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan catatan yang dimilikinya, luas sawah di Klaten di tahun 2018 mencapai 30.514 hektare. Dari luas tersebut, luas panen mencapai 74.372 hektare dengan produktivitas 5,8 ton per hektare. Di Klaten terjadi surplus beras 131.188 ton. Harga beras premium di pasaran rata-rata senilai Rp10.300 per kilogram. Sedangkan, beras medium senilai Rp9.600 per kilogram.

Saya kaget saja dengan pidato Pak Prabowo Subianto bahwa Klaten katanya ada beras impor [padahal Klaten dikenal sebagai lumbung pangan di Jateng],” katanya.

Salah satu pemilik penggilingan beras di Delanggu sekaligus Ketua Gapoktan Tani Makmur Kepanjen, Harjono, mengaku tak ada beras impor yang masuk ke Klaten. Selama ini, Harjono masih bisa menggiling padi menjadi beras di tempat penggilingannya sebanyak 6 ton per hari.

Di sini tak ada beras impor. Saya sendiri masih mudah memperoleh bahan baku beras [gabah] setiap harinya. Saya juga dapat memasarkan beras di Klaten dan berbagai daerah di sekitar sini [harga beras premium Rp10.200 per kilogram],” katanya.

Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaannya mengaku pernah datang ke Klaten. Hal itu diungkapkan di JCC Plenary Hall Jakarta, Senin (14/1/2019). Prabowo Subianto menyebutkan petani di Klaten bersedih karena beberapa bulan lalu banjir beras dari luar negeri.