Panen Raya Durian di Wonogiri, Di Sini Lokasi Pedagang Mangkal

Pedagang menjual durian lokal di trotoar sisi selatan dekat perempatan Ngadirojo, Wonogiri, Selasa (15/1 - 2019). (Solopos/Rudi Hartono)
16 Januari 2019 21:05 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kabar gembira bagi penggemar buah durian. Bulan Januari ini di Wonogiri mulai memasuki panen raya buah bernama ilmiah Durio Zibethinus itu. Durian lokal maupun jenis unggul sudah banyak yang dijual.

Durian lokal dijual di tepi jalan di berbagai wilayah Wonogiri, termasuk kawasan kota dan Ngadirojo. Khusus durian unggul, seperti montong, hanya dijual di tingkat petani. Mereka hanya menjual kepada konsumen secara langsung berdasar pesanan.

Penjual durian lokal di kawasan kota dapat ditemukan di tepi jalan Wonogiri-Wuryantoro atau arah Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) dekat Gunung Belah, Kecamatan Wonogiri. Selain itu terdapat di trotoar sisi selatan dekat persimpangan Ngadirojo. Di lokasi tersebut terdapat tiga pedagang. Sementara, pedagang durian jenis unggal terdapat di sejumlah wilayah, seperti di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Mulyo Pogog, Rimo, Selasa (15/1/2019), mengatakan seluruh warga Dusun Pogog memiliki pohon durian montong kuning. Sebagian kecil sudah panen sejak Desember 2018 lalu. Januari ini produksi durian semakin banyak, tetapi persediaan sangat terbatas.

Panen durian di Pogog tidak bareng, sehingga persediaan tidak langsung habis dalam satu waktu. Panen diperkirakan bisa sampai April. Setiap memasuki musim panen, petani/warga kewalahan memenuhi permintaan. Hal itu karena permintaan sangat tinggi, sedangkan persediaan terbatas. Oleh karena itu mereka hanya menjual langsung kepada konsumen berdasar pesanan.

Dia menambahkan setiap musim durian tiba, banyak konsumen durian yang kecele karena tidak kebagian. Biasanya konsumen memesan sejak durian masih belum matang. Bahkan, tak sedikit yang memesan sejak buah masih kecil.

Menurut Rimo, para konsumen berasal dari berbagai daerah, seperti Semarang, Jogja, Ponorogo, Madiun, Magetan, Pacitan, Sragen, dan Wonogiri. Tanpa memesan terlebih dahulu, kemungkinan sangat kecil bisa menikmati enaknya durian yang diberi nama pogog montong kuning itu.

Di Pogog terdapat lebih kurang 1.500 pohon durian motong kuning, pohon yang bisa berbuah lebih kurang 100 batang. Sejak beberapa tahun terakhir petani mengembangkan jenis bawor dan musangking, tetapi belum berbuah.

“Kami hanya mematok harga Rp45.000/kg. Satu buah beratnya bisa mencapai 7 kg. Dalam satu hingga dua bulan ke depan akan ada buah yang beratnya sampai 9 kg. Menurut konsumen rasa buah pada panen kali ini lebih enak, tetapi kalau ukurannya memang lebih kecil. Kalau musim panen awal 2018 lalu satu buah bobotnya rata-rata 5 kg, tahun ini 4 kg,” ucap Rimo.

Pedagang durian lokal di Ngadirojo, Sri, 50, mengaku hanya menjual durian dari Ngadirojo dan sebagian kecil dari Karanganyar. Dia mulai menjual durian sejak Desember 2018. Warga Semin, Pondok, Ngadirojo, itu menilai produksi Januari ini mulai meningkat dibanding Desember.

Dia hanya dapat menyediakan 25 buah/hari lebih kurang buah pada Desember. Namun, pada Januari Sri mampu menyediakan lebih kurang 100 buah durian/hari. Dia mematok harga Rp30.000-Rp130.000/buah tergantung ukuran.

Informasi yang dihimpun solopos.com dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Wonogiri, wilayah penghasil durian lokal yang sudah panen, seperti di Selorejo, Girimarto; Mloko Manis Kulon, Kasihan, dan sebagian Mloko Manis Wetan, Ngadirojo. Sementara penghasil durian unggul yang sudah panen, seperti di dua desa di Puhpelem, yakni Tengger dan Nguneng; Kasihan, Ngadirojo; dan Krandegan, Bulukerto.