Tahun 2022 Soloraya Dapat Tambahan Pasokan Air Bersih Baru

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri akan menjadi sumbe air baku pasokan air bersih ke sejumlah wilayah Soloraya. - Istimewa/Dokumentasi Pemkab Wonogiri
17 Januari 2019 13:31 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wososukas (Wonogiri, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen) akan menjadi andalan baru Kota Solo dan sejumlah wilayah Soloraya lainnya untuk memasok kebutuhan air bersih. Proyek yang memanfaatkan air dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri itu diprediksi rampung pada 2022. Akhir tahun lalu, intake (sumuran), reservoir (tempat penyadapan), pipa transmisi, dan silo atau bak tampung untuk air baku proyek tahun jamak itu telah rampung. Pembangunan berikutnya menyasar instalasi pengolahan air (IPA) yang disusul perpipaan.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo, Tri Atmojo, mengatakan pembangunan IPA juga dibangun dalam tahun jamak. “Setelah IPA selesai, baru dibangun pipa transmisi air bersih dari Desa Sendang, Wonogiri hingga Desa Plesungan, Karanganyar [lokasi reservoir Solo] sepanjang 142.300 meter. Pipa ini terdiri atas dua jalur melewati Saluran Primer Colo. Jadi, pipa transmisi utama dan pipa sebagian jaringan distribusi utama,” kata dia kepada Solopos.com, Rabu (16/1/2019).

Tri Atmojo memaparkan pada tahap pertama, Kota Solo akan mendapatkan jatah 200 liter/detik yang rencananya dimanfaatkan untuk wilayah utara, menambah kapasitas sumur dalam yang saat ini berkapasitas sama. Dengan begitu apabila SPAM sudah beroperasi, operasional sumur dalam tersebut akan dikurangi bertahap karena kebutuhan di wilayah itu hanya sekitar 300liter/detik. Awal tahun ini, kata dia, proses pembangunan IPA baru pada tahap pembebasan lahan.

Proses tersebut masih panjang, sehingga lelang baru bisa dilakukan pertengahan 2019. “Sampai jadi mengalir ke warga itu paling cepat 2022 untuk Solo. Tapi kalau Wonogiri bisa 2021 karena lebih dekat dengan pipa, reservoir, dan air baku,” kata dia.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Wososukas, Aditya Sidiq Waskita, mengatakan reservoir yang selesai dibangun berkapasitas 6.000 meter kubik, pompanya 1.500 liter/detik dari intake. Sedangkan kapasitas dua IPA yang bakal dibangun berkapasitas 750 liter/detik. “Pembangunan dimulai September 2016 dan selesai Desember 2018. Kami termasuk cepat karena targetnya Februari ini,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, biaya pembangunan SPAM regional tersebut tidak hanya berasal dari APBN. Pembiayaan ditanggung beberapa pihak, yaitu dari APBN Ditjen Cipta Karya Rp484 miliar, APBN Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp173 miliar, APBD Provinsi Jateng Rp302 miliar, dan APBD kabupaten/kota yang memperoleh manfaat dari pembangunan SPAM tersebut, sekitar Rp119 miliar.

Dana dari APBN Ditjen Cipta Karya berasal dari pinjaman KFW Development Bank, Jerman yang diperkirakan sebesar Rp484 miliar. Kapasitas total SPAM Regional Wososukas adalah 1.450 liter per detik dengan rincian pada tahap pertama 750 liter/detik dan tahap kedua 700 liter/ detik. SPAM tersebut rencananya akan mengalirkan air ke dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri, enam kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, dua kecamatan di Kota Solo, dan tiga kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dengan penerima manfaat sebanyak 580.000 jiwa. Dari empat kabupaten/kota, Kota Solo mendapatkan jatah terbanyak dengan debit 700 liter/detik.

Pembangunan SPAM Wososukas membutuhkan biaya Rp1,925 triliun, yang terdiri atas dua tahap pembangunan. Tahap pertama membutuhkan dana sebesar Rp1,08 triliun, dan tahap kedua senilai Rp837 miliar.