Pasar Darurat Legi Solo Kebanjiran karena Atap Hanggar Bocor

Air menggenangi lapak pedagang pada tenda darurat lapangan parkir sisi barat Pasar Legi, Solo, Kamis (17/1/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
17 Januari 2019 18:35 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Atap hanggar yang dipakai sebagai pasar darurat pedagang Pasar Legi Solo bocor. Akibatnya saat hujan air masuk ke dalam hanggar.

Seorang pedagang bumbu dapur, Sarinem, mengatakan pada Sabtu-Minggu (12-13/1/2019) atap hanggar bocor sehingga air merembes masuk dan mengenai bagian bawah dagangannya. Bumbu dapur yang terkena air tidak mengalami masalah.

Kemudian pada Senin-Selasa (14-15/1/2019) bagian bawah atau tatakan barang dagangannya dipasangi penyangga yang terbuat dari kayu agar air tidak merembes ke barang dagangan.

"Airnya itu dari tempat penampungan air [talang] yang tidak kuat menampung beban air. Makanya bocor. Kalau bumbu dapur enggak apa-apa kena air. Kalau bawang merah dan bawang putih harus dikeringkan. Makanya kemarin pas kena air esoknya langsung dijemur di emperan [Pasar Legi yang terbakar], " ujar Sarinem saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (17/1/2019).

Penjual gerabah di Pasar Legi, Menik, menuturkan barang dagangannya harus ditutupi saat hujan turun. Hal itu dikarenakan barang dagangannya berada di pinggir atap yang kemungkinan bisa terkena air hujan.

Di bagian atas barang dagangan juga terpaksa dipasangi penutup agar saat hujan air tidak langsung turun dari atap pasar yang terbakar.

"Kalau hujan karena tempatku ada di dekat tangga [bekas pasar] jadinya bisa kena air hujan. Makanya ini ditutupi biar enggak kena air, " kata Menik saat ditemui di lapaknya di bawah tangga Pasar Legi yang terbakar, Jumat.

Penjual cabai rawit, Hartoyo, mengatakan air hujan dari atap yang bocor membuat bagian bawah tempat jualannya becek. Bau tak sedap juga terasa setelah air tersebut menggenangi bagian bawah tempatnya berjualan.

Hartoyo tak mempermasalahkan air tersebut. Hartoyo masih bersyukur karena setelah kejadian kebakaran yang melanda Pasar Legi dia dan istrinya masih mendapatkan tempat berjualan.

"Alhamdulillah masih dapat jatah untuk berjualan. Kalau di sini dampaknya enggak terasa, cuma air menggenang sebentar di bawah tempat berjualan. Cuma baunya saja yang enggak sedap," ujar Hartoyo.

Lurah Pasar Legi, Marsono, menjelaskan sudah berupaya menangani masalah kebocoran atap hanggar tempat berjualan para pedagang. Marsono juga telah membuat tempat-tempat pembuangan di setiap ujung atap hanggar agar air hujan tidak merembes dan bocor.

"Kami sudah berusaha. Karena hujan setiap hari dan selalu deras, tetap ada sedikit kebocoran. Kalau hujan deras dan lama hampir semua air tumpah-tumpah," jelas Marsono, Kamis.

Perbaikan dilakukan dengan menambal sisi-sisi atap hanggar yang bocor. Tempat pembuangan air hujan juga dibuatkan agar air mengalir dengan sempurna tanpa mengumpul menjadi satu dan menyebabkan kebocoran.

"Setiap hujan pasti ada keluhan dari pedagang. Kami berharap para pedagang saling mengerti dengan situasi seperti ini dan harus menerimanya. Mudah-mudahan pembangunan pasar darurat dapat segera direalisasikan agar tidak berlarut-larut di pasar darurat," urai Marsono.