Api Melalap Tempat Usaha Pembuatan Tahu di Matesih Karanganyar

Anggota BPBD Karanganyar, sukarelawan, dan warga memadamkan api yang melalap tempat usaha pembuatan tahu di Desa/Kecamatan Matesih, Karanganyar, Rabu (16/1 - 2019) malam. (Istimewa)
17 Januari 2019 08:40 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kebakaran menghanguskan tempat pembuatan tahu di Dukuh Moyoretno RT 001/RW 007, Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019) pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.

Informasi yang dihimpun solopos.com, tempat pembuatan tahu yang dilalap si jago merah itu berukuran 6 meter x 9 meter. Usaha itu milik warga setempat, Sutopo, 39.

Kejadian bermula saat salah seorang kerabat korban, Supriyanti, 41, mendengar suara letusan dari tempat pembuatan tahu. Dia mengecek dan melihat asap dan api dari tempat usaha. Setelah mendengar letusan dan melihat kondisi tersebut, dia berinisiatif memutus arus listrik melalui Kwh meter bangunan tempat pembuatan tahu. Hal itu dilakukan karena dia khawatir api merembet ke rumah sekitar.

Kapolsek Matesih, Iptu Tri Gusnadi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menyampaikan Supriyanti berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Mereka berinisiatif melaporkan kejadian kepada polisi. Upaya pemadaman dilakukan anggota BPBD Karanganyar, petugas pemadam kebakaran, sukarelawan Samber Nyawa Matesih, dan warga sekitar.

"Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.15 WIB. Kemudian dilakukan proses pendinginan oleh petugas pemadam kebakaran menggunakan dua mobil pemadam kebakaran," kata Tri saat dihubungi solopos.com, Kamis (17/1/2019).

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan api pada peralatan memasak menyambar bekas minyak goreng yang masih panas. Akibat kejadian itu pemilik usaha menaksir kerugian Rp5 juta.

Tri Gusnadi berharap warga waspada dan mengecek kembali dengan teliti setelah menggunakan peralatan masak maupun alat elektronik.

"Untuk warga lebih berhati hati. Upaya mencegah kebakaran. Apabila terjadi kebakaran segera lapor ke polsek. Kecepatan laporan memengaruhi kecepatan koordinasi dengan pihak terkait seperti petugas pemadam kebakaran, BPBD, maupun sukarelawan sehingga bisa cepat mengatasi kejadian," tutur dia.