Segudang Masalah Bandara Solo Versi Netizen

Bandara Adi Soemarmo Solo (Solopos/Dok)
18 Januari 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pembahasan soal sulitnya akses menuju Bandara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, terus bergulir di kalangan netizen. Warganet tak hentinya membandingkan kemudahan akses menuju ke Bandara Solo dan Adi Sucipto di Jogja.

Menurut warganet, akses ke Bandara Adi Sucipto Jogja jauh lebih mudah. Letaknya yang berada di jantung Kota Jogja membuat sarana transportasi umum ke Bandara Adi Sucipto mudah ditemui. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi di Bandara Adi Soemarmo Solo.

Sejumlah netizen yang sering bepergian menumpang pesawat memberikan beragam komentar melalui capture berita Solopos.com yang dibagikan ulang akun Instagram @agendasolo, Selasa (15/1/2019). Selain transportasi, warganet mengeluhkan rute penerbangan dari Bandara Solo yang sangat terbatas.

"Aku salah satunya nih yang pilih turun di Jogja daripada Solo. Padahal aku tinggal di Solo. Salah satu alasannya adalah harga tikey yang jauh banget bedanya. Ayo dong kembali murah lagi tiket Jakarta-Solo biar enggak perlu jauh ke Jogja," komentar @fanny_apriliyan.

"Aku yang tiap bulan mudik ngrasain banget. Taksi online harus jalan jauh ke depan dulu. Kalau taksi bandara mahal. Naik ojek bandara juga harganya tiga kali lipat ojek online. Memang lebih enak dari Jakarta ke Jogja saja terus naik Prameks ke Solo. Lebih murah," sambung @nurhidayati0199.

"Harganya tiket Solo dibanding Jogja atau Semarang selisihnya hampir dua kali lipat. Mending pilih Jogja apa Semarang aja," sambung @dwickycp.

"Kalau saya pilih turun di Jogja daripada Solo. Karena pesawatnya tidak ada yang direct ke Solo. Adanya Jogja. Kalau ke Solo harus transit dulu," keluh @tarienugraheni.

Diberitakan sebelumnya, grafik penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo pada 2018 mengalami penurunan 1,3% dibandingkan 2017 lalu. Beberapa hal yang memengaruhi penurunan load factor penumpang ini antara lain penutupan sejumlah rute penerbangan dan pembukaan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun.

PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo mencatat sepanjang 2018 melayani 2.625.534 penumpang berangkat dan datang. Sedangkan pada 2017 lalu ada 2.659.371 penumpang yang melalui bandara peraih penghargaan dengan pelayanan terbaik untuk kategori bandara kecil pada 2016 lalu itu.

Artinya, ada penurunan 33.837 penumpang atau 1,3%. Petugas Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi, mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan jumlah penumpang ini.

Faktor itu antara lain penutupan rute penerbangan langsung ke sejumlah wilayah hingga pembukan jalan tol trans Jawa di akhir tahun. “Penutupan rute juga menjadi penyebab adanya penurunan penumpang melalui Bandara Adi Soemarmo,” ujarnya kepada Solopos.com, akhir pekan lalu.

Pada 25 April 2018 lalu, maskapai penerbangan Lion Air menutup empat rute hub dari Bandara Adi Soemarmo Solo menuju empat daerah yakni Lombok, Banjarmasin, Tasikmalaya, dan Lampung. Rute itu selama ini dilayani dengan pesawat Wings Air.