Berkas Mulai Disusun, 395 CASN Sukoharjo Tunggu NIP

Ilustrasi ratusan orang mengikuti tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
18 Januari 2019 02:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 395 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Sukoharjo dinyatakan lolos seleksi formasi umum  2018 mulai melaksanakan pemberkasan. Pemkab kini tinggal menunggu tahapan lanjutan terbitnya Nomor Induk Kepegawaian (NIP) CASN. 

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Joko Triyono mengatakan saat ini CASN yang lolos tengah melakukan tahapan pemberkasan. Mereka dinyatakan diterima setelah mengikuti ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) maupun Tes Kompetensi Bidang (TKB). Pelaksanaan ujian CASN dilakukan berbasis komputer atau computer assisted test (CAT). Ujian TKD meliputi tiga materi dasar yakni, Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Para CASN yang lolos ujian kemudian  menyatakan tidak mengundurkan diri sehingga mengikuti tahapan pemberkasan. 

 "Berkas dalam tahapan di rekap oleh kami. Setelah berkas direkap, nantinya akan diajukan ke Badan Kepegawaian Negara atau BKN," katanya ketika dijumpai wartawan di Gedung Dharma Bakti Wijaya, Kamis (17/1). 

Setelah berkas dikirimkan ke BKN, pihaknya tinggal menunggu terbitnya NIP CASN. Kemudian pemkab akan memroses surat keputusan pengangkatan CASN oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Saat ditanya waktu proses pemberkasan hingga turunnya NIP, Joko belum bisa memastikannya.

Menurut dia, hal itu tergantung proses di BKN, termasuk CASN mulai berkerja. Pemkab tidak bisa memastikan kapan NIP dari BKN turun. "Kami hanya bisa menunggu turunnya NIP," katanya. 

Dia mengatakan jumlah CASN diterima tidak sesuai dengan kuota formasi CASN yang dibuka. Yakni kuota formasi CASN dibuka 407 lowongan, sedangkan yang diterima hanya 395 orang. 407 lowongan dibuka terdiri atas kuota untuk Honorer Kategori (K2) sembilan orang, Tenaga Guru sebanyak 313 orang, Tenaga Kesehatan 67 orang, dan Tenaga Teknis 27 orang.