Hati-Hati Lewat Jembatan di Badran Sukoharjo, Rawan Ambrol!

Fondasi pagar rumah warga di Badran, Kedungsono, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, ambrol mengancam talut jembatan. (Istimewa - BPBD Sukoharjo)
18 Januari 2019 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jembatan di Dukuh Badran RT 003/RW 008 Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, rawan ambrol. Fondasi pagar milik warga setempat sepanjang tiga meter yang berbatasan dengan talut jembatan bahkan sudah ambrol setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Meski demikian jembatan penghubung antardukuh tersebut hingga kini masih bisa dilalui kendaraan bermotor. Hanya, Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto meminta warga hati-hati saat melintas di jembatan tersebut.

“Kondisinya [jembatan] masih aman untuk dilalui kendaraan. Hanya perlu diwaspadai jika talut jembatan ambrol karena fondasi pagar warga yang ada di pinggir talut sudah ambrol,” katanya kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Dia khawatir ambrolnya fondasi pagar akan meluas sehingga berdampak pada talut jembatan. Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan warga bersama BPBD Sukoharjo, salah satunya memasang jejaring karung yang berisi pasir di  lokasi tanah longsor tersebut. Harapannya agar lahan yang ambrol tidak semakin meluas.

“Fondasi pagar warga ini ambrol pada Kamis [17/1/2019] sore karena terkikis air hujan. Kondisinya waktu itu saat hujan disertai angin, tiba-tiba ambrol,” katanya.

Dia mengatakan hujan deras disertai angin kencang tidak hanya membuat fondasi pagar rumah warga ambrol, namun juga menumbangkan beberapa pohon di wilayah Begajah, Sukoharjo, tepatnya di timur SMKN 2 Sukoharjo.

Hujan deras disertai angin kencang diprediksi terus terjadi hingga akhir bulan ini. Selain potensi banjir, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan ancaman bencana tanah longsor dan angin puting beliung. Beberapa daerah rawan longsor telah dipetakan berada di Kecamatan Weru, Bulu dan Tawangsari.

Pemantauan semakin diintensifkan dengan pengecekan langsung ke semua wilayah sampai di tingkat desa atau kelurahan. Dia mengatakan siaga kebencanaan tidak hanya pada pantauan kondisi alam.

Kesiapan personel atau sukarelawan dari Tagana, TNI, Polri, dan instansi terkait juga ditingkatkan. Logistik, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi sudah siap. Pemkab telah menyiapkan dana tidak terduga senilai Rp15 miliar dalam APBD 2019 yang bisa digunakan untuk membiayai penanggulangan kebencanaan.