Caleg Bagi-Bagi Bingkisan di Boyolali Dituntut 2 Bulan Penjara

Ilustrasi money politics (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
18 Januari 2019 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Boyolali asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Basuki, dituntut dua bulan penjara dan denda Rp2 juta subsider 1 bulan kurungan.

Basuki dinilai melakukan money politics atau politik uang dengan membagi-bagikan bingkisan yang diselipi stiker bergambar dirinya kepada warga Boyolali pada 1 Desember 2018 lalu.

Tuntutan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan (PN) Boyolali, Jumat (18/1/2019). JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan money politics atau politik uang.

“Menyatakan terdakwa Basuki terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Setiap pelaksana yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu,” ujar salah satu JPU Adhya Satya Lambang Bangsawan dalam sidang.

JPU juga menilai sesuai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, dua dakwaan alternatif yang disangkakan kepada terdakwa yang terbukti adalah dakwaan pertama, melanggar Pasal 521 jo Pasal 280 ayat (1) UU No. 7/2017 tentang Pemilu.

“Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan money politics atau politik uang kepada peserta kampanye,” jelasnya.

JPU menuntut pidana penjara selama dua bulan dengan perintah terdakwa segera ditahan setelah diputuskan nanti. Selain itu, JPU juga menuntut terdakwa dengan denda Rp2 juta subsider satu bulan kurungan.

Menurut Adhya, hal-hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa sebagai caleg telah mengotori dan mencederai asas maupun prinsip pelaksanaan Pemilu. Terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya.

Sedangkan hal-hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan di persidangan dan belum pernah dihukum. Sementara itu, majelis hakim yang dipimpin Tuti Budi Utami memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukum terdakwa untuk menyusun pembelaaan.

Sidang akan dilanjutkan pada Senin (21/1/2019) dengan agenda pembelaan terdakwa. Semenara itu, penasihat hukum Basuki, Sugiyono, menilai tuntutan JPU tersebut terlalu berat. Barang yang diberikan hanya merupakan oleh-oleh dan nilainya total kurang dari Rp15.000.

“Kami siap bertanggung jawab karena secara formal bisa disalahkan. Tapi kalau bicara materi yang diberikan itu hanya oleh-oleh berupa bahan minum dan makanan yang nilainya sangat kecil dan tidak untuk mempengaruhi pemilih. [Tuntutan] dua bulan terlalu berat,” ujarnya.

Basuki dilaporkan oleh beberapa warga di wilayah Kecamatan Nogosari, Boyolali, kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali, Senin (3/12/2018), karena diduga melanggar aturan pemilu. Pelanggaran itu berupa pembagian bingkisan berisi sembako dan di dalamnya diselipi stiker yang bergambar caleg Basuki, Sabtu (1/12/2019).

Ketua Bawaslu Boyolali Taryono mengatakan pelaporan itu juga menghadirkan saksi dan barang bukti berupa tiga paket sembako tersebut.