Hujan Semalaman, SDN 2 Kupang Klaten Kebanjiran

Siswa dan guru membersihkan halaman SDN 2 Kupang, Desa Kupang, Karangdowo, Klaten, Jumat (18/1/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
18 Januari 2019 11:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Perkampungan di wilayah Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, terendam luapan air anak Sungai Bengawan Solo, Kamis (17/1/2019) malam, setelah hujan mengguyur wilayah Klaten sejak sore.

Selain rumah warga, satu sekolah terdampak luapan sungai tersebut. Sekolah itu yakni SDN 2 Kupang yang berada di Dukuh Goprayan. Luapan air sungai menggenangi halaman sekolah setempat.

Selain itu, air sempat masuk ke dua ruang kelas. Setelah air surut, guru serta siswa SD tersebut gotong royong membersihkan halaman serta dua ruang kelas.

Salah satu guru, Rahmat, mengatakan dari informasi yang ia terima air menggenangi perkampungan sekitar pukul 20.00 WIB. Air mulai surut pada Jumat (18/1/2019) dini hari.

"Saya dapat informasi itu pukul 22.00 WIB. Ketinggian air di halaman sekolah sekitar 50 sentimeter. Ruang kelas I-IV dan ruang guru air tidak masuk karena bangunan lama fondasinya sudah setinggi 1 meter dari halaman. Ruang kelas V dan VI sempat kemasukan air tetapi sudah dibersihkan," kata Rahmat saat ditemui di SDN 2 Kupang, Jumat.

Selain dua ruang kelas, air sempat masuk ke ruang perpustakaan. Beberapa buku terendam air. "Terutama buku pada rak bawah basah dan terkena lumpur. Perpustakaan sudah dibersihkan termasuk buku sudah diamankan," urai dia.

Rahmat menjelaskan untuk sementara aktivitas difokuskan pada pembersihan sisa genangan air di halaman sekolah. "Setelah lumpur bersih, kegiatan belajar mengajar dilanjutkan," jelas Rahmat.

Sementara itu, sejumlah warga membersihkan halaman rumah mereka dari sisa lumpur yang terbawa luapan sungai. Banjir di Desa Kupang disebabkan luapan air Sungai Kaligawe.

Rumpun bambu yang terhambat di fondasi jembatan menjadi salah satu penyebab air sungai meluap. "Warga dan sukarelawan masih proses pembersihan rumpun bambu yang tersangkut di fondasi jembatan," kata Kepala Desa Kupang, Sutari.