Pemkot Solo Hanya Cat Ulang Garis Vertikal Gladak Jensud

Foto udara mosaik Gladak Jensud Solo yang telah dicat ulang. (Solopos/Burhan Aris N)
19 Januari 2019 19:39 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan untuk mengecat (menutup) sebagian mosaik di Jl. Jendral Sudirman tepatnya di sekitar Tugu Pemandengan. Langkah itu menyusul adanya protes dari sebagian orang yang keberatan dengan mosaik itu.

Bagian mosaik yang dicat yaitu garis merah memanjang ke selatan, di luar kotakan mosaik empat penjuru mata angin. Pengecatan dilakukan pada Jumat (18/1/2019) seusai mediasi yang difasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo.

Namun berdasar pantauan Solopos.com, Sabtu (19/1/2019 ) siang sebagian batu andesit di dalam garis kotak mosaik empat penjuru mata angin, tepatnya sebelah selatan tugu, ikut dicat. Bahkan pengecatan hingga garis putih lingkaran Tugu Pemandengan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Proyek Penataan Koridor Jl. Jendral Sudirman, Taufan Basuki, saat dihubungi Solopos.com melalui ponsel, Sabtu, mengonfirmasi tak adanya rencana pengecatan batu di mosaik empat penjuru mata angin.

Menurut dia pengecatan di area mosaik empat penjuru mata angin juga tidak dilakukan oleh petugas proyek. “Tidak tahu bagaimana kok sebagian mosaik itu [empat penjuru mata angin] ikut dicat. Tapi itu bukan petugas yang ngecat,” tutur dia.

Taufan menjelaskan bagian yang direncanakan dicat hanya sebagian mosaik yang membentuk garis panjang di selatan tugu. Pengecatan lokasi itu dimaksudkan untuk memutus bentuk garis panjang yang membuat mosaik terkesan seperti salib.