Netizen Sebut Enggak Perlu Flyover Tugu Kartasura

Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Kartasura padat lancar pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5, Minggu (10/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
19 Januari 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Sukoharjo Share :

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo berharap ada jalan layang atau flyover di Simpang Tugu Kartasura. Jalan layang tersebut diklaim dapat mengatasi kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Wacana pembangunan jalan layang di Simpang Tugu Kartasura sebenarnya sudah lama digaungkan Pemkab Sukoharjo. Kabarnya, Pemkab Sukoharjo telah mengusulkan anggaran pembangunan flyover tersebut ke pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini usulan tersebut belum mendapatkan respons.

Meski demikian, rencana pembangunan flyover tersebut malah lebih dulu dikritik masyarakat. Sejumlah warga Sukoharjo dan sekitarnya menyampaikan kritik terkait wacana pembangunan flyover Kartasura melalui kolom komentar unggahan akun Instagram @jelajahsolo, Jumat (18/1/2019).

Warganet yang sering melintasi Simpang Tugu Kartasura menilai kepadatan lalu lintas masih terkendali. Apalagi ada polisi dan sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) yang membantu mengurai kemacetan di wilayah tersebut.

"Belum perlu deh kayaknya. Masih terkendali, kalau pagi ada pak polisi yang ngatur kok," komentar @shintashelby.

"Sebetulnya belum perlu. Tinggal rekayasa lalu lintasnya saja. Seperti misalnya dibuat jalur looping," sambung @diansetyowibowo.

"Jangan dulu kayaknya. Contoh kasus flyover Manahan. Masih banyak kekurangannya karena planning tata ruang jalan yang tidak tepat. Justru menghadirkan kekeliruan dan kerugian bagi sebagian masyarakat yang merasa tidak terakomodir dengan jalan yang telah direnovasi sekarang. Jangan terburu sama infrastruktur, potensi korupsi terbuka lebar," imbuh @mbandeng.

"Sebanarnya kalau pada tertib enggak bakal semrawut. Masalahnya orang pada enggak mau ngalah. Jadi, pas belok stuck numpuk semua di bundaran," lanjut @andfild menimpali.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Simpang Tugu Kartasura merupakan titik temu arus dari tiga arah yakni Solo dan Jatim, Semarang, dan Yogyakarta. Simpang tersebut selalu ramai pada musim libur panjang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indriyanto mengatakan pembangunan jalan layang itu sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di Simpang Tugu Kartasura. Dishub tak memungkiri kepadatan lalu lintas di wilayah Kartasura, terutama di Simpang Tugu Kartasura hingga Pabelan meningkat.