Hutan Kota Sragen Dihuni Ratusan Burung Dara

Ilustrasi hutan. (Solopos - Dok)
19 Januari 2019 11:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Ratusan burung dara dalam waktu dekat akan menghiasi Hutan Kota Ekowisata dan Taman Tirtasari Sragen. Keberadaan ratusan burung dara itu diharapkan menjadi daya tarik warga untuk mengunjungi salah satu ruang terbuka hijau di Bumi Sukowati ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen Nugroho Eko Prabowo mengatakan pengadaan ratusan burung dara itu tidak menggunakan dana APBD sepeser pun. Dalam hal ini, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sudah menginstruksikan semua pegawai negeri sipil (PNS) di semua organisasi perangkat daerah (OPD) mengeluarkan dana secara sukarela untuk pembelian burung dara berikut pembuatan rumahnya.

"Masing-masing OPD diwajibkan membuat minimal satu kandang burung dara berikut isinya. Jika ditotal jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor. Jumlah burung itu bisa berkembang menjadi ribuan karena setiap empat bulan sekali burung dara itu sudah bertelur," jelas Nugroho saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (17/1/2019).

Saat ini sudah ada beberapa kandang burung dara di kompleks Hutan Kota Ekowisata Sragen. Beberapa OPD sudah mulai memesan rumah burung dara tersebut. Rencananya, burung-burung itu mulai dibudidayakan di sana paling lambat pada Februari mendatang.

“Sekarang Hutan Kota Ekowisata dan Taman Tirtasari sudah mulai dibersihkan. Dua kawasan itu dikembangkan menjadi ruang publik. Syukur bisa menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi seperti alun-alun kedua bagi warga Sragen,” papar Nugroho.

Rencananya taman lalu lintas sebagai wahana edukasi siswa itu dibangun di sekitar Taman Tirtasari Sragen. Sebelumnya, wahana ini diusulkan dibangun di kompleks Hutan Kota Plumbungan.

Namun, lokasinya dipindah ke Taman Tirtasari Sragen. “Kalau di Plumbungan diperlukan penebangan pohon. Itu tidak sejalan dengan konsep ruang terbuka hijau sehingga akhirnya dipindah ke Taman Tirtasari,” ucap Nugroho.

Salah satu kendala yang dihadapi DLH adalah belum adanya area parkir yang memadai di kompleks Hutan Kota Ekowisata dan Taman Tirtasari. Sebelah utara taman ini sudah berbatasan langsung dengan Ring Road Utara, sementara di sebelah timur berbatasan langsung dengan jalan dr. Supomo.

Salah satu alternatif lokasi parkir terletak di halaman Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS). “Kendala lain itu belum adanya pengawasan di malam hari. Meski sudah ditutup dengan pagar kawat berduri, bisa saja ada oknum yang menerobos masuk. Kami khawatir ruang publik itu bisa disalahgunakan untuk hal-hal negatif. Jangan sampai nanti burung dara yang dikembangbiakkan di sana justru jadi sasaran tembak,” paparnya.