3 Remaja Anggota Komplotan Rampok Dibekuk di Sragen

Ribuan butir obat-obatan terlarang ditemukan tim Satreskrim saat menggeledah rumah tersangka perampokan terhadap pelajar yang terletak di wilayah Tanon, Sragen, Jumat (18/1/2019). (Istimewa - BPBD Sragen)
19 Januari 2019 16:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen berhasil membekuk tiga orang remaja anggota komplotan perampokan pada Jumat (18/1/2019). Dari tangan tiga tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil perampokan dan sarana yang digunakan untuk merampok.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno saat dihubungi Solopos, Sabtu (19/1/2019), menyampaikan dari ketiga tersangka itu, salah satunya masih berstatus anak-anak, yakni NW, 17, warga dari wilayah Kecamatan Sukodono.

“Dua tersangka lainnya Irfan Nadi Mustafa alias Jitheng, 19, warga Pengkol, Tanon, dan Angga Yuni Kusuma, 23, warga Bendo, Sukodono, Sragen. Mereka merampok seorang pelajar saat nongkrong di pinggir Jl. Ring Road Utara Sine, Sragen, pada 14 Desember 2018 lalu,” ujarnya.

Harno menjelaskan peristiwa perampokan itu berawal saat korban Aditya Yoga, 16, pelajar asal Sine, Sragen, sedang nongkrong bersama temannya, Raka Dwi Candika, 14, pelajar asal Pandak, Sidoharjo, Sragen di pinggir Jl. Ring Road Utara. Dia melanjutkan tiba-tiba ada tiga orang laki-laki datang mengendarai motor Honda Scoopy warna hijau tanpa pelat nomor polisi.

“Saat itu mereka langsung mengambil kunci motor milik korban. Kemudian korban, Aditya Yoga diajak ke areal pemakaman umum bersama temannya di pinggir jalan itu. Di pemakaman itu, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis sabit dan mereka meminta jam tangan, ponsel merek Xiaomi 5A, dan meminta STNK [surat tanda nomor kendaraan] motor Honda Vario berpelat nomor AD 6952 AVE. Setelah barang diserahkan, korban dan saksi disuruh pulang. Pelaku kabur membawa motor Honda Vario dan barang yang dirampas dari korban,” ujar Kasatreskrim.

Harno menjelaskan korban mengalami kerugian senilai Rp11.650.000. Atas kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Sragen Kota. Laporan itu kemudian dikoordinasikan dengan Satreskrim Polres Sragen. Harno memerintahkan Unit Resmob untuk menyelidiki dan mencari komplotan perampok remaja itu.

“Akhirnya, kami mendapat informasi keberadaan pelaku. Kami menggerebek rumah pelaku. Di Rumah Mustafa, kami menemukan obat-obatan terlarang jenis trihexyphenidyl sebanyak 39 keping atay 3.900 butir. Selain itu, kami berhasil menemukan semua barang bukti yang digunakan pelaku dan hasil perampokan itu,” ujarnya.

Harno memeriksa ketiga pelaku. Tersangka yang kedapatan memiliki obat-obatan terlarang itu, kata dia, mengaku hanya dititipi obat oleh temannya. Dia menjelaskan tersangka Mustafa ini bisa dijerat dua kasus yang berbeda, yakni UU Kesehatan tetapi hal itu tergantung Satuan Reserse Narkoba. “Barang hasil perampokan dijual untuk bersenang-senang. Mereka ini pengangguran, ya bisa jadi digunakan untuk keperluan sehari-hari. Untuk penadahnya belum diketahui,” tuturnya.

Harno mengatakan motif perampokan itu hanya sebatas ingin menguasai barang milik korban. Dari pengakuan tersangka, komplotan perampok remaja itu baru sekali melakukan aksinya. “Kami menjerat mereka dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun.