Terjebak di Gorong-Gorong Solo, Kucing Ini Ternyata Punya Kisah Heroik

Tim evakuasi Dinas Damkar Solo berfoto bersama setelah berhasil mengevakuasi kucing terjebak di gorong-gorong Jl. Slamet Riyadi depan Kantor PN Solo, Minggu (20/1/2019). (Istimewa - Damkar Solo)
20 Januari 2019 15:40 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo dibantu seorang sukarelawan dari Solo Rescue, Mendy Kurniawan, berhasil mengevakuasi seekor kucing lokal yang terjebak di gorong-gorong Jl. Slamet Riyadi depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Solo, Minggu (20/1/2019).

Harga kucing muda itu diakui mungkin tak seberapa. Tapi kucing berwarna dominan putih dan kuning itu tak ternilai harganya bagi sang pemilik, Fitriana Caesar, warga RT 002/RW 012, Kelurahan Sumber, Banjarsari Solo.

Kucing itu pernah menyelamatkan nyawa anak Fitriana saat masih berumur 11 bulan. Saat itu kucing tersebut mendapati seekor ular masuk ke dalam rumah Fitriana.

Kucing itu lantas mengawasi pergerakan si ular hingga ke kolong tempat tidur. Padahal tak jauh dari situ ada bayi yang sedang tertidur lelap. Fitriana juga tak tahu ada ular masuk ke kamar anaknya.

Kucing itu terus mengamati pergerakan ular sambil terus mengeong-ngeong berusaha memberi tahu adanya bahaya kepada Fitriana. Mengetahui kucingnya mengeong-ngeong, Fitriana pun memanggilnya dan meminta si kucing agar tidak berisik.

Tapi beberapa kali dipanggil, kucing itu bergeming. Matanya terus menatap ke arah kolong tempat tidur. Lantaran penasaran, Fitriana lantas menengok ke arah kolong tempat tidur. Sontak dia kaget mengetahui ada ular di tempat itu.

Sejurus kemudian Fitriana langsung memanggil anggota keluarganya untuk mengusir ular tersebut. Setelah kejadian itu, kucing tersebut semakin disayangi Fitriana dan keluarganya.

Saat menghadiri acara di luar rumah, kucing tersebut kerap diajak. Tak terkecuali saat jalan-jalan di Car Free Day (CFD) Solo Jl. Slamet Riyadi pada Minggu (20/1/2019) pagi.

Namun tidak tahu apa pemicunya, kucing itu tiba-tiba berjalan ke arah jalur lambat Jl. Slamet Riyadi di depan Gedung PN Solo. Kucing pun lantas masuk gorong-gorong.

Upaya Fitriana menggapai dan memanggil kucing itu tidak berhasil. Akhirnya dia meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Solo.

Laporan diterima petugas Dinas Pemadam Kebakaran Solo pukul 09.00 WIB. Sesaat kemudian tim meluncur lokasi.

“Pertama kami petakan kondisi lokasi. Tim kami tentukan dan masuk lewat jalur di barat jalan Gedung PN Solo. Dua orang yang masuk, satu anggota kami dan satu orang dari sukarelawan,” ujar Dangrup A4 Pos Damkar Kota Barat, Tri Mulyo Herlambang.

Menurut dia, tim mengenakan sepatu tebal dan tinggi, seragam standar, dan beberapa peralatan evakuasi. Badan tim yang masuk ke gorong-gorong berukuran 1 meter x 1,5 meter itu diikat tali untuk mengantisipasi air bah yang memenuhi saluran.

Beruntung selama 1,5 jam operasi evakuasi di gorong-gorong itu tidak ada gangguan berarti. Tidak ada hewan berbahaya seperti ular, kalajengking, atau kelabang yang mengancam keselamatan tim. Hanya bau busuk kotoran yang begitu terasa di saluran itu.

Hal itu diungkapkan Agit Prihantoro, 29, anggota tim Damkar Solo yang dipercaya untuk masuk ke gorong-gorong. Menurut dia, tidak ada gangguan berarti selama evakuasi.

Tapi perlu perjuangan untuk mencapai lokasi kucing berada. Dia bersama Mendy Kurniawan harus berjalan dengan posisi badan menunduk sepanjang 200 meter dari lokasi masuk gorong-gorong hingga lokasi kucing berada.

“Selama itu kami harus waspada bila ada air bah datang,” tutur dia.

Penuturan senada disampaikan Mendy Kurniawan, 35. Menurut dia, penggunaan tali yang diikatkan di badan tim yang terjun ke gorong-gorong untuk mengantisipasi datangnya air bah lantaran pada Minggu pagi hujan sudah turun.

“Kalau soal bau busuk kami sudah terbiasa. Begitu masuk gorong-gorong udaranya terasa pengap. Beruntung masih ada ventilasi udaranya. Di dalam gorong-gorong kami harus berjalan sekitar 200 meter hingga lokasi kucing,” kata dia.