1,5 Bulan Meluncur, Load Factor KA Joglosemarkerto Tembus 150%

Direktur SDM dan Umum PT KAI Persero R. Ruly Adi mengucurkan air dari kendi ke KA Joglosemarkerto yang baru diluncurkan di Stasiun Purwokerto, Jateng, Sabtu (1/12 - 2018). (Antara/Sumarwoto)
20 Januari 2019 16:45 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kereta api (KA) Joglosemarkerto yang baru 1,5 bulan beroperasi mencatatkan load factor (tingkat keterisian kursi penumpang) yang terbilang fantastis.

Load factor KA yang resmi beroperasi per 1 Desember 2018 lalu itu bahkan melebihi 100 persen. KA ini merupakan peleburan dua kereta api, yakni Kamandaka dan Joglokerto.

KA Joglosemarkerto ada tiga train set, masing-masing berangkat dari Solo, Semarang, dan Purwokerto. Setiap perjalanan KA Joglosemarkerto menggunakan dua kereta eksekutif dengan kapasitas total 100 tempat duduk dan tujuh kereta ekonomi dengan kapasitas total 560 tempat duduk.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan minat masyarakat terhadap KA Joglosemarkerto ini dinilai sangat tinggi. Hal ini terlihat dari load factor yang dicatatkan KA lintas jalur selatan dan utara Jawa Tengah ini.

“Dari tiga relasi KA Joglosemarkerto ini load factor-nya merata, baik itu yang berangkat dari Solo, Semarang, maupun Purwokerto. Selama Desember 2018, load factor kereta ini 156%, sementara pada 1-15 Januari 2019 mencapai 125% untuk semua relasi,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu (20/1/2019).

Lebih lanjut, Eko memaparkan untuk relasi Solo-Tegal-Solo totalnya sudah mengangkut 7.848 penumpang kelas eksekutif dan 46.064 penumpang kelas ekonomi selama Desember 2018. Sedangkan pada 1-15 Januari 2019 mengangkut 3.219 penumpang eksekutif dan 19.793 penumpang ekonomi.

Di sisi lain, penumpang KA Joglosemarkerto yang naik dari wilayah Daops VI Yogyakarta pada Desember 2018 mencapai 43.920 penumpang baik eksekutif maupun ekonomi. Sedangkan pada 1-15 Januari 2019 ada 17.899 penumpang.

“Nantinya akan lebih dipermudah lagi soal tiketnya. Misalnya kalau dari Purwokerto ke Semarang mau balik ke Solo lagi harus pakai dua tiket, ini membuat penumpang kerepotan karena harus turun lalu beli tiket lagi. Ke depan, akan kami permudah tergantung relasinya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang KA Joglosemarkerto, Rian, mengaku senang dengan adanya KA ini lantaran mudiknya ke Tegal menjadi semakin mudah dan cepat.

“Kalau biasanya saya mau ke Tegal harus transit dulu ke Semarang, sekarang bisa langsung dengan naik Joglosemarkerto ini, jadi hemat waktu,” tuturnya.