Full Day Diterapkan, Bagaimana Nasib Lembaga Bimbel di Solo?

Siswa kelas VI bersama guru pembimbing sedang mengikuti les di lembaga Ganesha Operation Solo, Jumat (18/1 - 2019) (Tamara Geraldine))
20 Januari 2019 16:11 WIB Ayu Prawitasari Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Setelah banyak sekolah menerapkan sistem full day yang membuat siswa tertahan di sekolah sejak pagi hingga sore hari, keberadaan lembaga bimbingan belajar (bimbel) di Solo tak kunjung surut.

Lamanya jam belajar siswa di sekolah nyatanya tak memengaruhi tempat bimbel yang biasanya mengandalkan jam pulang sekolah (sore hari) untuk kegiatan belajar tambahan. Menyesuaikan full day, jam belajar di lembaga bimbel disesuaikan menjadi lebih malam.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, meski ada beberapa tempat bimbel yang cabangnya berkurang, namun segera ada tempat bimbel baru sebagai pengganti. Saat ini sedikitnya ada 19 tempat bimbel yang diperuntukkan siswa SD hingga SMA di Kota Bengawan.

Aggit Putra Kusuma selaku Kepala Cabang Ganesha Operation (GO) Solo mengatakan lembaga bimbel melakukan perubahan jadwal bimbingan karena menyesuaikan sistem full day. Meski demikian, ia mengaku ada beberapa peserta didik mengeluh saat bimbingan,

“Memang banyak keluhan dari siswa tentang kondisi fisik mereka yang sudah lelah. Nah, GO memiliki strategi untuk mengondisikan fisik siswa agar tetap fokus belajar saat di bimbel,” ujarnya kepada reporter Solopos.com Tamara Geraldine di Kantor GO Veteran, Jumat (18/1/2019).

Pada tahun ajaran baru lalu, menurut Aggit, jumlah siswa yang belajar di GO mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. ”Peningkatannya pasti ada di setiap tahun,” ujarnya. Kebijakan sekolah lima hari, menurut Aggit, tidak memengaruhi jumlah anak yang belajar di Bimbel Ganesha.

Semangat untuk tetap mengikuti bimbel diungkapkan orang tua siswa, Farida Ismi. Ia mengatakan pendidikan anak adalah modal utama saat menghadapi ujian. “Bimbel itu anak yang minta sendiri. Katanya ia ingin mendapatkan sekolah yang baik dan bisa mendapatkan juara di kelas,” ujarnya di halaman parkir GO Veteran.

Farida mengatakan tak mempermasalahkan soal biaya tambahan. “Uang bisa dicari, mumpung anaknya semangat untuk ikut bimbel, kenapa tidak,” ujarnya.

Anggota staf Bimbel Neutron Veteran Solo, Adi Putra, menyatakan sejak full day diterapkan, antusiasme siswa belajar di tempat bimbel makin tinggi. ”Banyak tugas sekolah yang menumpuk. Mereka bisa mengerkan di bimbel dengan guru piket. Selain itu, bagi para siswa tingkat akhir baik kelas IX SMP dan XI SMA, mereka memang memerlukan bimbel untuk menghadapi ujian akhir dan persiapan masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” ujarnya.