Ratusan Lampion di Jl. Jensud Solo Dipindah, Ini Alasannya

Pekerja memasang lampion di Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Sabtu (5/1 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
20 Januari 2019 19:45 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ratusan lampion kecil yang menghiasi Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) menjelang perayaan Tahun Baru Imlek direncanakan dipindah. Panitia khawatir lampion kecil yang menggantung itu rusak terkena proyek pemasangan batu andesit di jalan itu.

Ketua Umum Perayaan Imlek Kota Solo, Sumartono Hadinoto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (20/1/2019), mengatakan segera berkoordinasi dengan timnya untuk pemindahan lampion tersebut.

“Lampion dari depan Bank Indonesia hingga ke kawasan Gladak akan dipindah. Lampionnya menggantung di atas pengerjaan proyek, kalau tidak dipindah dapat rusak terkena backhoe,” ujarnya.

Mengenai lokasi pemindahan, Sumartono mengatakan tengah dalam kajian tim khusus lampion. Sementara itu, lampion di depan Bank Indonesia hingga Balai Kota Solo tetap akan berada di lokasi tersebut karena lokasi tersebut belum terdampak proyek pemasangan batu andesit.

Menurutnya, selain terkena backhoe pengunjung yang ingin menyaksikan lampion tersebut juga terhalang penutup lokasi proyek. Tidak memungkinkan bagi warga untuk berswafoto di lokasi tersebut.

Ada kemungkinan lampion akan dipindahkan ke depan Balai Kota hingga Pasar Gede dengan jarak yang lebih rapat. Walau perayaan Imlek tahun ini kurang maksimal, ia menegaskan tujuan terpentingnya adalah membawa nama Kota Solo menjadi wisata Imlek dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menegaskan kebutuhan listrik seluruh lampion tidak dibiayai Pemerintah Kota Solo melainkan cara swadaya oleh panitia perayaan Imlek dan kontribusi rekanan lainnya. Menurutnya, dalam setiap perayaan menghabiskan anggaran listrik hingga Rp50 juta yang ditanggung seluruh panitia.

“Kami anggap ini budaya Imlek yang harus dilestarikan, panitia bersama punya jaringan yang banyak dalam hal pembiayaan, ada yang Rp50.000 atau Rp100.000 tapi dalam jumlah yang banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan panitia bersama perayaan Imlek juga memberikan kontribusi pada Grebeg Sudiro. Menurutnya, Grebeg Sudiro juga wujud akulturasi kebudayaan sebagai ciri khas Kota Solo.

Ketua Bidang Lampion, Henri Susanto, menambahkan uji coba penyalaan lampion akan dimulai pada 25 Januari dan akan menyala keseluruhan pada 27 Januari 2019.