Didahului Gemuruh, Sumur Warga Grogol Sukoharjo Tiba-Tiba Ambles

Kondisi sumur warga yang ambles di Dusun Sidorejo, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sabtu (19/1/2019). (Istimewa - Heri Putut)
20 Januari 2019 20:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sumur dan kamar mandi Ngatinem, 98, warga RT 001/RW 005, Dusun Sidorejo, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo, ambles pada Kamis (17/1/2019) dini hari.

Warga setempat lantas menutup sumur yang ambles dengan batu dan tanah agar tak membahayakan orang lain.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (19/1/2019), Ngatinem hidup sebatang kara di rumah itu. Lantaran sudah uzur, tetangga rumahnya sering menimba air sumur untuk mandi Ngatinem setiap hari.

Posisi sumur tepat bersebelahan dengan kamar mandi di luar rumah Ngatinem. Saat kejadian, warga setempat tengah tidur terlelap di rumah masing-masing.

Tiba-tiba muncul suara bergemuruh yang berasal dari sumur Ngatinem. Suara itu membangunkan warga setempat. Mereka bergegas keluar rumah untuk mencari sumber suara di lokasi sumur.

“Kejadiannya saat dini hari, tidak ada warga yang tahu. Warga mendapati sumur milik Ngatinem sudah ambles,” kata Kepala Desa Grogol, Heri Putut, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Kamar mandi yang posisinya bersebelahan dengan sumur ikut ambles. Tak ada material bangunan kamar mandi yang tersisa.

Kala itu, Ngatinem hanya bisa pasrah setelah sumur dan kamar mandi yang digunakan setiap hari lenyap ditelan bumi. Keesokan harinya, warga setempat melakukan kerja bakti menutup sumur yang ambles dengan batu dan tanah.

“Sekarang sumur yang ambles sudah ditutup oleh warga. Saya tidak tahu penyebab amblesnya sumur. Mungkin fenomena alam yang sering terjadi di wilayah perbukitan,” ujar dia.

Menurut Putut, kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Desa Grogol pada beberapa tahun lalu. Sumur milik warga ambles tanpa diketahui secara jelas penyebabnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pemerintah desa setempat berinisiatif menyambungkan pipa program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) ke rumah Ngatinem.

Ngatinem tidak akan dipungut biaya alias gratis selama memanfaatkan air bersih yang dipasok dari Pamsimas. “Kami memahami kondisi Ngatinem yang hidup sendirian di rumahnya. Kebutuhan air bersih bakal dipasok program Pamsimas,” tutur dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Grogol, Kecamatan Weru, Harminto, menyampaikan amblesnya sumur mengakibatkan keretakan tanah yang membuat warga lain resah dan waswas saat turun hujan lebat dengan intensitas tinggi. Mereka khawatir rumah penduduk turut ambles lantaran tanahnya retak.