Daripada Asma, Kakek-Kakek Wonogiri Ini Pilih Gantung Diri

Warga mengevakuasi mayat Tokarso Samin, 80, yang ditemukan tergantung di pohon jeruk belakang rumahnya di Dusun Lamahireng, Bulusulur, Wonogiri, Minggu (20/1/2019). (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
20 Januari 2019 17:45 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tokarso Samin, 80, ditemukan meninggal dunia dalam posisi leher tergantung di pohon jeruk belakang rumahnya di Dusun Lamahireng RT 004/RW 001, Bulusulur, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (20/1/2019) pukul 03.30 WIB.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, Kompol Hariyanto, kepada Solopos.com, Minggu siang, mengatakan diduga kuat Tokarso gantung diri. Berdasar keterangan keluarganya, Tokarso sudah lama menderita sakit asma.

Diduga karena tak kuat menahan penyakit itu, Tokarso nekat mengakhiri hidup. Setiap hari napasnya berat sehingga saat bernapas mengeluarkan suara.

Mayat Tokarso kali pertama ditemukan anaknya, Satiman, 57, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Tokarso. Semula Tukini, 50, anak perempuan Tokarso yang serumah dengan bapaknya itu, curiga karena setelah bangun tidur tak mendengar suara napas Tokarso.

Lalu dia mengecek ke tempat tidur Tokarso. Namun, Tokarso sudah tidak ada.

Selanjutnya Tukini memberi tahu kakaknya, Satiman, bahwa Tokarso tidak di rumah. Setelah itu Satiman mencari Tokarso di sekeliling rumah. Tak lama dia menemukan Tokarso sudah meninggal dunia dalam posisi tubuh tergantung.