Solopos Hari Ini: Momentum Revolusi PSSI

Solopos 21 Januari 2019
21 Januari 2019 09:10 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merupakan momentum untuk merevolusi federasi sepak bola Tanah Air.

Mundurnya Edy saat Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1), dinilai tidak ada artinya karena permasalahan di tubuh PSSI sudah kronis.

Berita mundurnya Edy Rahmayadi menjadi headline Harian Umum Solopos, Senin (21/1/2019). Selain kabar tersebut inilah beberapa berita lainnya yang menjadi perhatian utama koran Solopos hari ini:

DEBAT CAPRES: Kisi-Kisi Dihapus, Durasi Ditambah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan mengubah sejumlah hal terkait debat capres-cawapres. Lembaga penyelenggara pemilu itu tidak akan lagi memberikan kisi-kisi soal kepada capres-cawapres sebelum debat. Durasi pemaparan visi-misi capres-cawapres juga akan ditambah.

PSS SLEMAN VS PERSIS SOLO: Dilempar Batu Beton, Suporter Meninggal

Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 19, warga Dukuh Sribit, Pandeyan, Jatinom, Klaten, meninggal setelah dilempar batu oleh rombongan tidak dikenal, Sabtu (19/1) malam, seusai pertandingan persahabatan PSS Sleman vs Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY.

Baca selengkapnya : Epaper Solopos

Sistem tilang electronic trafic claw enforcement (E-TLE) melalui pantauan kamera closed circuit television (CCTV) mulai diterapkan Senin (21/1).

Penindakan dilakukan terhadap pelanggar aturan lalu lintas yang terpantau secara kasat mata. Penerapan E-TLE dilakukan setelah tahap uji coba melalui 10 kamera pengawas yang terpasang di enam persimpangan sejak 21 Desember 2018. Selama masa uji coba, polisi belum memberikan surat tilang.

Berita penerapan E-TLE menjadi berita utama di halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Senin (21/1/2019). Selain kabar tersebut, simak beberapa kabar lainnya:

PEKERJAAN UNIK: Kelabang Penghasil Uang

Bermodal batang kayu dengan ujung yang terbuat dari besi berbentuk huruf “L,” Alvi Andika, 23, menyingkirkan tumpukan daun jati kering di sebuah kebun tak jauh dari rumahnya di Dusun Teguhan, Desa Tempelrejo, Mondokan, Sragen, Minggu (20/1).

Dengan tekun Alvi terus mencari di balik tumpukan daun kering itu. Setelah hampir 15 menit mencari, yang dicarinya akhirnya terlihat. Seekor kelabang terlihat merayap menghindar.

PERAYAAN IMLEK: Ada Proyek Jalan, Lampion bakal Dipindah

Ratusan lampion kecil yang menghiasi Jl. Jenderal Sudirman, Solo, direncanakan segera dipindah. Pemindahan dilakukan agar lampion-lampion itu tidak rusak akibat proyek pemasangan batu andesit tahap kedua di Jl. Jenderal Sudirman.

Baca selengkapnya : Epaper Solopos