Eceng Gondok Nyaris Tutupi Bendung Irobayan Boyolali

Eceng gondok memenuhi saluran bendung Irobayan di Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Minggu (20/1 - 2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
21 Januari 2019 19:05 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI --- Tanaman eceng gondok memenuhi saluran pengairan di Bendung Irobayan, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Tanaman itu hampir memenuhi seluruh permukaan saluran irigasi sehingga permukaan air nyaris tak kelihatan.

Tanaman itu juga membuat bendung Irobayan terlihat tidak terawat. Kesan itu ditambah dengan masih banyaknya tanaman liar yang tumbuh di dinding saluran.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Minggu (20/1/2019), eceng gondok mulai tumbuh sejak hujan lebat mengguyur kawasan itu sekitar sebulan lalu. Awalnya, tanaman eceng gondok hanya terlihat sedikit tapi tak berselang lama hampir menutupi seluruh permukaan air di bendungan.

Ketua Gabungan Petani Pengguna Air (GP3A) Tri Mandiri, Samidi, mengatakan tanaman eceng gondok datang begitu saja layaknya tanaman liar. “Tidak ada yang tahu dari mana asalnya,” ujar dia. Padahal, banyaknya tanaman di area bendung akan mengganggu aliran irigasi ke lahan persawahan.

Samidi menambahkan banyaknya eceng gondok di Waduk Cengklik maupun Bendung Irobayan secara umum disebabkan oleh hal yang sama, yaitu masalah kebersihan lingkungan. Limbah rumah tangga yang dibuang ke saluran irigasi dipercaya mengandung zat yang dapat memicu pertumbuhan eceng gondok. Limbah ini pula yang juga menyebabkan sedimentasi di Irobayan.

Samidi menambahkan untuk menanggulangi permasalahan ini jalan yang dapat ditempuh adalah dengan cara pengerukan. Pengerukan diharapkan mampu mengembalikan fungsi bendung Irobayan seperti semula yaitu menjangkau seluruh lahan pertanian di Desa Gagaksipat dan Donohudan.

Meski kondisinya memprihatinkan, salah satu petani, Trimo, mengatakan hingga kini pengairan di sawah yang digarapnya tak memiliki kendala serius. Selain irigasi waduk, Trimo mengatakan sudah bisa mengandalkan air hujan yang intensitasnya cukup tinggi beberapa hari terakhir.