Hujan dan Longsor Rusak 52 Rumah Warga Wonogiri

Warga bersama personel BPBD Wonogiri bekerja bakti di lokasi talut rumah longsor di Dusun Gosong RT 003/RW 005, Ngroto, Kismantoro, Wonogiri, Minggu (20/1/2019)/Istimewa - Dok. BPBD Wonogiri.
21 Januari 2019 08:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang mengakibatkan 52 rumah rusak dan pohon bertumbangan dalam kurun waktu 19 hari pada Januari 2019 ini. Selain itu, terjadi empat kali longsor dalam periode yang sama.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, hanya kerugian materiil yang mencapai Rp194 juta.

Data yang dihimpun solopos.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Minggu (20/1/2019), menyebutkan bencana akibat hujan disertai angin kencang meliputi enam kejadian di Kecamatan Giriwoyo yang berdampak pada 28 objek (hunian dan pohon), empat peristiwa di Manyaran menimbulkan dampak pada 15 objek, dan tiga kejadian di Selogiri yang menimbulkan tiga unit rumah rusak dan pohon tumbang. Selain itu di Bulukerto, Puhpelem, dan Pracimantoro yang masing-masing terjadi satu peristiwa. Kerugian material yang diderita para korban diperkirakan mencapai Rp39 juta.

Sementara itu, bencana longsor terjadi di Jatipurno, Bulukerto, Puhpelem, dan Kismantoro. Peristiwa di Bulukerto berdampak pada dua objek. Selebihnya, kejadian lain berdampak pada satu objek per lokasi kejadian. Longsor itu mengakibatkan kerugian material lebih kurang Rp155 juta.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengimbau warga selalu waspada untuk mengantisipasi semua kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selama penghujan ini. Intensitas hujan mulai meningkat pada Januari ini. Tak jarang terjadi hujan disertai angin kencang, bahkan puting beliung. Kejadian di beberapa lokasi, hujan yang disertai angin kencang atau puting beliung menumbangkan pohon besar. Akibatnya, pohon menimpa rumah, kandang ternak, dan melintang di jalan raya. Tiang penyangga kabel telepon dan telepon juga tak luput dari amukan angin kencang. Oleh karena itu pengguna jalan harus lebih waspada saat melintas di jalan yang terdapat banyak pepohonan, terutama saat terjadi hujan deras.

“Banyak pula pohon tumbang menimpa hunian atau kandang ternak. Sebaiknya pohon di dekat hunian dipangkas untuk mengurangi risiko bencana. Hujan disertai angin kencang di Giriwoyo, Selasa [15/1] lalu merusak 19 rumah bagian atap. Jangan sampai lengah, selalu waspada,” kata Bambang.

Bencana longsor mengakibatkan dampak lebih parah, sepertu dinding rumah jebol dan struktur rumah rusak akibat talut penguat fondasi longsor. Peristiwa teranyar terjadi di Gosong RT 003/RW 005, Desa Ngroto, Kismantoro, Sabtu (19/1/2019). Talut penguat fondasi rumah Larto, 41, sepanjang lebih dari 25 meter dengan tinggi sekitar 7 meter longsor saat hujan lebat. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp50 juta.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih akan terjadi di 25 provinsi, termasuk Jawa Tengah, hingga 22 Januari mendatang. Selain itu terdapat potensi terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 meter-4 meter di sejumlan perairan, termasuk perairan selatan Jawa.

Camat Manyaran, Rahmat Imam Santosa, terus mengimbau warganya agar selalu waspada. Terlebih, di beberapa desa telah terjadi bencana seperti rumah dan kandang tertimpa pohon tumbang, Jumat (11/1/2019) lalu. Peristiwa itu terjadi Desa Karanglor, Gunungan, Kelurahan Pagutan, dan desa lain. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. Kondisi di lokasi bencana sudah dipulihkan melalui kerja bakti yang diikuti warga, sukarelawan bencana, personel BPBD, TNI, dan polisi.